ARTIKEL

Bagaimana Cara Menyimpan Obat yang Tepat

🕐 Baca 7 menit📅 03 March 2023 09:02

Mejadokter.com - Obat sangat diperlukan di mana saja dan kapan pun. Kebutuhan akan obat menjadi lebih penting ketika seseorang sedang sakit. Ketika itu, orang tidak ingin harus keluar rumah, terutama jika cuaca buruk.

Oleh karena itu, obat sangat penting untuk dimiliki di rumah untuk meredakan gejala sakit. Dengan adanya obat di rumah, orang dapat segera mengobati penyakitnya tanpa perlu keluar rumah.

Penyimpanan obat harus dilakukan dengan hati-hati agar stabilitas dan efektivitas obat tersebut tetap terjaga.

Dengan menyimpannya dengan tepat dan benar, maka manfaat obat akan lebih optimal. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan bahwa obat disimpan dengan benar.

Berikut ini adalah cara yang disarankan:

  1. Untuk mempermudah pencarian obat, penting untuk menyediakan wadah penyimpanan dan membagi obat berdasarkan jenisnya. Dengan demikian, kita dapat dengan mudah menemukan obat yang kita butuhkan tanpa mencari terlalu lama.
  2. Semua obat harus disimpan dalam kemasan asli dan dalam wadah yang tertutup rapat. Pastikan bahwa kemasan asli tidak dirusak dan selalu tutup kemasan setelah digunakan. Simpan obat di tempat yang kering, gelap, dan sejuk, jauh dari cahaya matahari langsung. Selalu ikuti petunjuk penyimpanan pada label obat.
  3. Ketika menyimpan obat, penting untuk memastikan bahwa obat disimpan dengan tepat dan aman. Beberapa obat memiliki nama dan kemasan yang sama, sehingga harus hati-hati dalam menyimpan obat agar tidak salah ambil. Selain itu, beberapa obat memiliki sifat higroskopis, yang berarti bahwa obat mudah lembek jika terpapar oleh udara luar. Oleh karena itu, obat-obatan harus disimpan dalam kemasan asli, tertutup rapat, dan diperlukan silika gel sebagai penyerap udara. Dengan menyimpan obat dengan benar dan aman, maka obat akan tetap efektif dan aman untuk digunakan.
  4. Kemasan obat harus disimpan pada suhu ruangan dan terhindar dari cahaya matahari langsung. Suhu penyimpanan harus diikuti petunjuk yang tertulis pada kemasan. Banyak obat yang bisa teroksidasi dan rusak pada suhu yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga suhu penyimpanan sesuai dengan petunjuk dalam kemasan obat.
  5. Untuk menghindari kerusakan, pastikan untuk menyimpannya di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung dan juga tidak terkena panas atau kelembaban. Simpan obat di ruangan yang berventilasi cukup baik dan jauh dari jangkauan anak-anak.
  6. Kita harus secara rutin memeriksa kondisi obat yang kita simpan. Obat yang sudah kadaluarsa atau rusak tidak seharusnya disimpan. Jadi, pastikan untuk selalu memeriksa kondisi obat yang kita miliki dan segera membuang obat yang sudah tidak layak digunakan.
  7. Untuk menjaga anak-anak dari bahaya obat, pastikan bahwa obat-obat tersebut disimpan jauh dari jangkauan mereka. Jelaskan kepada anak manfaat dan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh obat tersebut. Sebagai tambahan, lebih baik disimpan dalam lemari obat yang terkunci agar tidak terlihat oleh anak-anak.
  8. Secara rutin, Anda harus melakukan pembersihan terhadap wadah/kotak tempat penyimpanan obat. Hal ini penting untuk menghindari kontaminasi dan memastikan bahwa obat yang disimpan terlindungi dari kontaminasi. Melakukan pembersihan secara berkala juga membantu Anda terhindar dari keterlambatan atau pemberian dosis obat yang salah.
  9. Penting untuk memperhatikan tanda-tanda kerusakan obat yang terjadi selama penyimpanan. Beberapa tanda yang harus diperhatikan termasuk perubahan warna, rasa, bau, dan penggumpalan. Jika terdapat salah satu dari tanda-tanda tersebut, maka obat tersebut perlu diperiksa kembali untuk memastikan kualitas dan efektivitas obat tersebut. Mengetahui dan memperhatikan tanda-tanda kerusakan obat akan membantu mencegah penggunaan obat yang tidak efektif atau berbahaya.
  10. Pastikan untuk melacak masa kadaluwarsa obat setelah kemasan dibuka. Ini penting diketahui karena obat yang sudah lama dibuka dapat menurunkan efektivitasnya. Jika obat sudah melewati masa kadaluwarsanya, maka hendaknya jangan lagi digunakan. Sebaiknya gunakan obat yang masih dalam masa kadaluwarsanya agar dapat memperoleh manfaat yang maksimal.
    Informasi mengenai masa penyimpanan obat ada pada label atau kemasan produk. Sebagai contoh, sirup kering yang biasanya merupakan antibiotika, dapat disimpan sampai tujuh hari setelah diencerkan. Namun, jika ada petunjuk lain, maka harus diikuti.

Penyimpanan Obat secara Khusus

Penyimpanan obat khusus juga perlu diperhatikan. Tablet dan kapsul harus disimpan di tempat yang tidak terlalu panas.

Sementara untuk obat sirup, hanya disimpan dalam lemari pendingin sesuai ketentuan yang tertera di dalam kemasan.

Obat bentuk ovula dan suppositoria juga disarankan untuk disimpan di dalam lemari pendingin, bukan di freezer.

Selain itu, obat berbentuk aerosol/spray juga tidak boleh disimpan di ruangan bersuhu tinggi karena dapat meledak.

Sementara obat insulin, yang belum digunakan disimpan di lemari pendingin, dan yang sudah digunakan disimpan pada suhu ruangan.

Suhu Penyimpanan Obat

Berdasarkan Farmakope Indonesia Edisi VI (2020), berikut macam-macam suhu penyimpanan obat:

a. Suhu beku: dipelihara secara termostatik antara -25º dan -10ºC
b. Suhu dingin: disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu stabil pada rentang 2º - 8ºC
c. Suhu sejuk: pada rentang suhu 8° - 15° C, jika tidak disebutkan, obat yang perlu disimpan pada suhu sejuk dapat disimpan disuhu dingin.
d. Suhu ruang/suhu kamar: suhu pada ruang kerja tidak lebih dari 30°C
e. Suhu Hangat: disebut hangat jika suhu pada rentang 30° - 40°C
f. Panas berlebih jika suhu lebih dari 40°C
g. Perlindungan dari pembekuan: ada keterangan pada etiket agar zat harus terhindar dari pembekuan untuk mencegah kerusakan isi.

Pencegahan Obat Rusak

Mengingat pentingnya penyimpanan obat yang baik dan benar, maka perlu ada aturan-aturan yang harus dipatuhi. Misalnya, obat harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, tidak terkena sinar matahari langsung, dan harus ditempatkan pada suhu yang tepat.

Selain itu, obat harus ditandai dengan benar agar segala informasi mengenai obat tersimpan dengan baik. Dengan demikian, pengobatan suatu penyakit akan berjalan dengan baik dan penyembuhan juga dapat tercapai.

Penyimpanan obat yang benar dan tepat adalah hal yang penting untuk proses pengobatan suatu penyakit.

Aturan-aturan yang harus dipatuhi, seperti menyimpan obat dalam wadah tertutup rapat, tidak terkena sinar matahari langsung, dan ditempatkan pada suhu yang tepat, serta menandai obat dengan benar, perlu diperhatikan dengan baik untuk memastikan bahwa obat tetap dalam kondisi baik, sehingga proses pengobatan dan penyembuhan dapat berjalan dengan lancar.

1. Udara Lembab

Penyimpanan obat yang salah dapat mengakibatkan obat menjadi rusak. Lebih parah lagi, obat yang rusak dapat membahayakan kesehatan. Salah satu faktor yang menyebabkan obat rusak adalah udara yang lembab.

Udara lembab adalah suhu dan kelembaban di suatu tempat yang sangat tinggi. Udara lembab berlebihan dapat berdampak negatif pada obat. Obat-obatan yang berbentuk cairan, seperti suspensi, sirup, atau tablet yang tersimpan dalam kemasan tertutup rapat dapat mengalami kerusakan akibat udara yang lembab.

Kerusakan yang diakibatkan oleh udara lembab dapat mengubah struktur obat dan menyebabkan obat menjadi tidak efektif. Dalam kasus yang lebih parah, obat yang rusak dapat menyebabkan alergi atau reaksi berbahaya lainnya.

Untuk menghindari kerusakan akibat udara lembab, penting untuk menyimpan obat-obatan dengan benar. Ini berarti menyimpan obat-obatan di tempat yang kering dan dingin. Adalah penting untuk memastikan bahwa ruangan tidak terlalu lembab dan suhunya di bawah 25°C.

Selain itu, obat-obatan harus disimpan dalam kemasan yang sesuai dan tertutup rapat. Kemasan yang kuat dan tertutup rapat akan membantu menjaga obat tetap kering dan bebas dari kontaminasi.

Jika obat rusak karena udara lembab, penting untuk memastikan bahwa obat-obatan yang telah rusak tidak digunakan. Obat-obatan yang rusak harus segera dimusnahkan sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh dokter atau pihak berwenang.

Mengikuti langkah-langkah ini akan membantu mencegah obat menjadi rusak akibat udara lembab. Dengan demikian, Anda dapat menjaga kesehatan dan menjamin bahwa obat yang Anda gunakan selalu efektif.

2. Sinar Matahari

Sinar Matahari adalah sumber utama energi yang tersedia di Bumi. Tanpa sinar matahari, kehidupan di Bumi tidak mungkin. Sinar matahari menyediakan energi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, menerangi dunia kita, dan membuat adanya kehidupan.

Sinar matahari berasal dari pusat Matahari, dimana banyak reaksi kimia terjadi. Reaksi kimia ini menghasilkan sinar matahari. Sinar matahari berisi berbagai jenis radiasi, termasuk sinar ultraviolet, sinar inframerah, dan sinar gamma.

Sinar matahari mencapai Bumi melalui atmosfer. Sinar matahari menimbulkan efek langsung, seperti menimbulkan panas, dan efek tidak langsung, seperti fotosintesis. Fotosintesis adalah proses di mana tanaman mengubah energi matahari menjadi makanan. Energi matahari juga dapat digunakan untuk memproduksi listrik.

Walaupun sinar matahari bermanfaat bagi kehidupan, namun harus diingat bahwa sinar matahari juga dapat membahayakan. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan kanker, kerusakan kulit, dan kerusakan mata. Oleh karena itu, penting untuk menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan.

Sinar matahari adalah sumber energi yang penting bagi kehidupan di Bumi. Penting untuk menghargai sumber energi alami ini dan menggunakannya dengan cara yang bijak.

3. Suhu

Penyimpanan obat yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan efektivitas obat. Namun, banyak obat yang rusak akibat eksposur suhu yang berlebihan. Obat yang rusak akibat suhu dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, serta menghilangkan manfaat obat.

Suhu yang tinggi adalah faktor utama yang menyebabkan obat rusak. Obat dapat mengalami degradasi bila disimpan di suhu di atas rekomendasi. Beberapa obat menunjukkan kerentanan yang besar terhadap suhu, seperti obat-obatan yang mengandung zat aktif yang akan mengalami degradasi ketika disimpan di suhu yang tinggi. Nah, obat-obatan tersebut umumnya memiliki shelf life yang lebih pendek ketika disimpan di tempat yang hangat atau di bawah sinar matahari langsung.

Selain itu, kelembaban juga dapat menyebabkan obat rusak. Kelembaban yang berlebihan dapat mengakibatkan kontaminasi oleh mikroorganisme dan jamur, serta menyebabkan penguraian obat. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa obat disimpan pada tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Untuk menjaga kualitas obat dan mencegah kerusakan akibat suhu, penting untuk mengikuti beberapa langkah berikut:

  • Simpan obat-obatan di tempat yang dingin, kering, dan gelap
  • Hindari penyimpanan obat-obatan di dalam mobil atau di bawah sinar matahari langsung
  • Jauhkan obat-obatan dari sumber panas dan kelembaban
  • Baca instruksi penyimpanan pada label obat sebelum menyimpannya
  • Pastikan suhu di dalam ruangan tempat obat disimpan berkisar antara 15-25 derajat Celcius
  • Simpan obat-obatan dalam kotak plastik atau kotak hermetik untuk menghindari kontaminasi dan kerusakan akibat suhu
  • Periksa tanggal kadaluwarsa obat secara teratur dan hentikan penggunaan jika telah kedaluwarsa
  • Jangan menyimpan obat-obatan yang telah digunakan atau yang tidak lagi dibutuhkan
  • Jika perlu, gunakan pendingin es untuk menjaga suhu obat-obatan

Mengikuti langkah-langkah di atas dapat membantu mencegah kerusakan obat akibat suhu yang tinggi.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kondisi obat-obatan secara teratur dan mengikuti petunjuk penyimpanan yang diberikan pada label obat.

4. Goncangan Fisik

Goncangan fisik adalah satu bentuk pengalaman yang menyebabkan kesan fizikal dan emosi yang kuat pada seseorang. Goncangan fisik boleh berlaku secara sengaja atau tidak sengaja.

Goncangan fisik boleh berlaku dalam pelbagai situasi, termasuk pergaduhan, pukulan, kekerasan rumahtangga, hukuman fizikal, dan lain-lain.

Walaupun hukuman fizikal adalah satu bentuk goncangan fisik, ia biasanya berlaku sebagai sebahagian daripada hukuman yang dibenarkan undang-undang.

Walaupun goncangan fisik boleh menimbulkan beberapa manfaat, ia boleh menimbulkan kesan yang negatif pada individu yang mengalaminya.

Ini termasuk gangguan emosi seperti ketakutan, depresi, masalah pengurusan emosi, dan masalah pergaulan. Ia juga boleh membawa kepada masalah kesihatan mental yang lebih serius, seperti PTSD.

Selain itu, goncangan fisik juga boleh menjejaskan perkembangan anak. Kajian menunjukkan bahawa anak yang mengalami goncangan fisik berisiko mengalami masalah kesihatan mental, masalah pembelajaran, dan masalah sosial.

Untuk mengurangkan risiko kesan buruk akibat goncangan fisik, adalah penting untuk mengenal pasti dan menangani sebarang masalah kesihatan mental yang berpotensi.

Orang tua perlu mengajar anak-anak mereka cara mengendalikan emosi yang baik dan menggalakkan mereka untuk berkomunikasi dengan orang lain. Goncangan fisik boleh menimbulkan kesan yang sangat negatif kepada seseorang.

Oleh itu, penting untuk mengambil tindakan untuk mengurangkan risiko kesan buruk akibat goncangan fisik.

Penting untuk menggalakkan anak-anak untuk memahami dan mengendalikan emosi mereka dengan cara yang positif.

Bacaan Lainnya

Dampak dan Pencegahan Paparan Radiasi Pengion
Tips
Teori
Dampak dan Pencegahan Paparan Radiasi Pengion
Diterbitkan: 03 March 2023 05:52
Laboratorium Klinik Rawat Inap dan Jalan hingga Fasilitasnya
Teori
Laboratorium Klinik Rawat Inap dan Jalan hingga Fasilitasnya
Diterbitkan: 03 March 2023 10:09
Kebutuhan Klinik Jaman sekarang yang Harus Dipenuhi
Teori
Tips
Kebutuhan Klinik Jaman sekarang yang Harus Dipenuhi
Diterbitkan: 25 January 2023 10:46

Jadi tunggu apa lagi? Segera request akses Mejadokter.

  • Keamanan data sangat terjamin
  • Banyak fitur bermanfaat
  • Sangat mudah dioperasikan
mejadokter

Mejadokter adalah sebuah aplikasi klinik gratis untuk pencatatan history rekam medis pasien yang terintegrasi.