Kami membutuhkan lokasi Anda untuk menampilkan paket harga yang sesuai dengan wilayah Anda

Integrasi SATUSEHAT itu wajib. Tapi sebelum mulai proses integrasi, ada baiknya cek dulu: klinik kamu sudah siap atau belum?
Banyak klinik yang langsung loncat ke proses teknis tanpa memastikan fondasi dasarnya sudah benar. Akibatnya, proses integrasi jadi molor, data gagal terkirim, atau malah harus ngulang dari awal.
Supaya gak kejadian, gunakan checklist ini untuk self-assessment kesiapan klinik kamu sebelum integrasi SATUSEHAT.
ā Klinik sudah terdaftar di Registrasi Fasyankes Kemenkes
Ini syarat paling dasar. Klinik harus punya kode fasyankes dari Kemenkes. Kalau belum, daftar dulu di registrasifasyankes.kemkes.go.id.
ā Surat Izin Operasional (SIO) masih berlaku
Pastikan izin operasional klinik masih aktif. Dokumen ini akan diperlukan saat proses registrasi di platform SATUSEHAT.
ā Sudah punya akun DFO (Data Fasyankes Online)
Akun DFO diakses melalui dfo.kemkes.go.id. Ini adalah "pintu masuk" untuk mendapatkan kode API SATUSEHAT. Kalau belum punya, daftar dan lengkapi verifikasinya.
ā Email institusi sudah di-update di DFO
Email ini akan digunakan untuk aktivasi akun SATUSEHAT Platform. Pastikan pakai email resmi klinik, bukan email pribadi.
ā Sudah menggunakan sistem RME (Rekam Medis Elektronik)
SATUSEHAT itu platform pertukaran data ā bukan penyimpan data. Jadi klinik harus punya sistem RME sendiri yang nantinya akan mengirimkan data ke SATUSEHAT.
Kalau masih pakai rekam medis kertas atau Excel, ini saatnya beralih ke sistem digital.
ā Sistem RME yang dipakai terdaftar resmi di SATUSEHAT
Gak semua sistem RME bisa integrasi ke SATUSEHAT. Pastikan vendor RME yang kamu pakai sudah terdaftar di daftar resmi Kemenkes.
Cara ceknya: buka satusehat.kemkes.go.id/platform/system-rme-list, lalu cari nama vendor di kolom pencarian. Kalau muncul, berarti sudah terdaftar dan siap untuk integrasi.
ā Koneksi internet stabil
Pengiriman data ke SATUSEHAT butuh koneksi internet yang reliable. Gak harus super cepat, tapi harus stabil ā terutama saat jam operasional klinik.
ā Ada perangkat yang memadai
Minimal ada komputer atau laptop untuk operasional sistem RME. Kalau klinik punya beberapa ruang periksa, idealnya setiap ruangan punya akses ke sistem.
ā Semua dokter/nakes sudah punya STR aktif
Tenaga kesehatan yang akan tercatat dalam data pemeriksaan harus punya Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku dan terdaftar di KKI.
ā Semua dokter/nakes sudah terdaftar di SISDMK
SISDMK (Sistem Informasi SDM Kesehatan) adalah database nasional tenaga kesehatan. Pastikan semua nakes di klinik sudah terdaftar di sini.
ā Semua dokter/nakes sudah terdaftar di SATUSEHAT SDMK
Selain SISDMK, nakes juga perlu mendaftar di satusehat.kemkes.go.id/sdmk dan melengkapi data pekerjaan. Setelah submit, pihak klinik harus memvalidasi data tersebut.
Proses ini penting karena data nakes yang belum tervalidasi gak akan bisa dipakai untuk kirim data pemeriksaan ke SATUSEHAT.
ā Data pasien sudah tercatat dengan NIK yang valid
NIK adalah "kunci utama" untuk menghubungkan data pasien dengan sistem SATUSEHAT. Pastikan setiap pasien yang datang sudah dicatat NIK-nya dengan benar ā sesuai KTP.
ā Ada proses verifikasi data identitas pasien
Biasakan untuk memverifikasi ulang data pasien (NIK, nama lengkap, tanggal lahir) saat pendaftaran. Kesalahan kecil di data ini bisa bikin pengiriman ke SATUSEHAT gagal.
ā Data pasien lama sudah dimigrasikan ke sistem RME
Kalau sebelumnya pakai rekam medis kertas, mulai migrasikan data pasien aktif ke sistem digital. Minimal data identitas dan riwayat kunjungan terakhir.
ā Ada penanggung jawab teknis untuk integrasi
Tentukan siapa yang akan jadi PIC (Person in Charge) untuk proses integrasi SATUSEHAT. Bisa admin klinik, kepala IT, atau bahkan pemilik klinik sendiri ā yang penting ada orang yang dedicated untuk handle proses ini.
ā Tim sudah paham alur operasional dengan sistem RME
Percuma punya sistem canggih kalau tim gak bisa pakai. Pastikan dokter, perawat, dan admin sudah terlatih menggunakan sistem RME untuk operasional sehari-hari.
ā Ada pemahaman dasar tentang kewajiban SATUSEHAT
Tim klinik ā terutama manajemen ā perlu paham kenapa integrasi SATUSEHAT ini penting, apa konsekuensi kalau gak patuh, dan apa manfaatnya buat klinik. Awareness ini penting supaya semua orang supportive terhadap proses transisi.
ā SOP pencatatan rekam medis sudah disesuaikan
Dengan sistem RME, alur pencatatan rekam medis harus disesuaikan. Pastikan ada SOP yang jelas: siapa yang input data, kapan diinput, data apa saja yang wajib diisi.
ā Ada mekanisme backup data
Data rekam medis itu aset penting. Pastikan sistem RME yang dipakai punya mekanisme backup ā baik otomatis maupun manual. Ini juga jadi salah satu syarat keamanan data.
ā Sudah siap dengan perubahan workflow
Integrasi SATUSEHAT mungkin akan mengubah beberapa workflow di klinik. Tim harus siap beradaptasi ā misalnya, ada tahap tambahan untuk verifikasi NIK pasien, atau ada notifikasi kalau data gagal terkirim.
Coba hitung berapa item yang sudah kamu centang:
15-16 item ā ā Klinik kamu sudah sangat siap! Tinggal koordinasi dengan vendor RME untuk mulai proses integrasi.
10-14 item ā ā Hampir siap, tapi ada beberapa hal yang perlu dibenahi dulu. Prioritaskan item yang belum tercentang sebelum mulai integrasi.
5-9 item ā ā Masih butuh persiapan lumayan banyak. Fokus ke fondasi dulu: legalitas, sistem RME, dan data nakes/pasien.
< 5 item ā ā Klinik masih di tahap awal digitalisasi. Gak masalah ā mulai dari langkah pertama: pastikan legalitas lengkap dan pilih sistem RME yang tepat.
Dari semua checklist di atas, satu hal yang paling menentukan kelancaran integrasi adalah sistem RME yang dipakai.
Vendor RME yang bagus akan:
Mejadokter sudah terdaftar resmi di SATUSEHAT Kemenkes ā bisa dicek langsung di satusehat.kemkes.go.id/platform/system-rme-list/383.
Per 31 Desember 2025, kami sudah sukses mengirimkan 11 dari 19 resource yang disediakan SATUSEHAT ā lebih dari cukup untuk memenuhi standar regulasi. Dan pengembangan terus berjalan untuk menyempurnakan integrasi.
Dengan Mejadokter, kamu gak perlu pusing mikirin teknis integrasi. Fokus aja ke checklist lainnya ā urusan pengiriman data ke SATUSEHAT, biar sistem yang handle.
Integrasi SATUSEHAT itu bukan sprint ā ini marathon. Tapi dengan persiapan yang matang, prosesnya bisa jauh lebih smooth.
Gunakan checklist ini sebagai panduan. Centang satu per satu, benahi yang belum siap, dan pastikan fondasi klinik kamu sudah kuat sebelum mulai integrasi.
Lebih baik prepare sekarang daripada keteteran nanti ā apalagi kalau sampai kena sanksi karena belum compliant. š
Checklist ini disusun berdasarkan panduan resmi SATUSEHAT Kemenkes dan best practice implementasi di lapangan. Untuk informasi teknis lebih detail, kunjungi satusehat.kemkes.go.id/platform/docs.
Rekam medis elektronik untuk Fasyankes, terintegrasi satusehat, bridging BPJS PCARE dan antrean online mobile JKN, akreditasi paripurna dengan mejadokter