
Kalau kamu pemilik klinik yang kerja sama dengan BPJS, pasti udah denger soal Cek Kesehatan Gratis (CKG) ā program prioritas Presiden Prabowo yang diluncurkan sejak 10 Februari 2025.
Tapi mungkin masih banyak yang bertanya: gimana cara klinik swasta bisa ikut? Apa untungnya? Dan apakah worth it?
Mari kita bahas.
CKG adalah program pemeriksaan kesehatan gratis dari pemerintah yang diberikan sebagai "kado ulang tahun" untuk seluruh masyarakat Indonesia. Setiap orang bisa dapet cek kesehatan gratis satu kali setahun, dalam rentang waktu hari ulang tahun sampai 30 hari setelahnya.
Program ini bukan cuma buat orang sakit. Justru fokusnya ada di preventif ā deteksi dini penyakit sebelum jadi parah. Mulai dari bayi baru lahir sampai lansia, semua punya paket pemeriksaan yang disesuaikan dengan usia dan risiko kesehatannya.
Per 29 Desember 2025, program ini udah menjangkau lebih dari 70 juta peserta dari target 60 juta ā artinya melebihi target. Program ini melibatkan 10.588 faskes di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Dari sisi masyarakat, syaratnya simpel:
Yang menarik: masyarakat yang belum punya BPJS pun bisa ikut. Nanti di faskes akan diarahkan untuk didaftarkan ke BPJS.
Jawaban singkat: bisa, selama klinik sudah kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Pemerintah menargetkan 10.000 puskesmas dan 15.000 klinik swasta untuk jadi lokasi pelaksanaan CKG. Awalnya program ini fokus di puskesmas, tapi bertahap klinik-klinik mitra BPJS juga diajak bergabung.
Jadi kalau klinik kamu udah jadi FKTP BPJS, secara prinsip eligible untuk melayani peserta CKG. Tinggal koordinasi dengan kantor BPJS setempat soal kesiapan dan mekanisme pelaporannya.
CKG bukan cuma cek tensi doang. Pemeriksaannya cukup komprehensif dan dibagi berdasarkan kelompok usia:
Bayi Baru Lahir (2 hari):
Balita & Anak Prasekolah (1-6 tahun):
Dewasa (18-59 tahun):
Lansia (60+ tahun):
Ini basically Medical Check-Up (MCU) gratis dari pemerintah.
Nah, di sinilah bagian yang menarik buat pemilik klinik.
1. Traffic Pasien Baru
CKG bisa jadi pintu masuk untuk pasien-pasien yang selama ini belum pernah ke klinik kamu. Mereka dateng buat cek kesehatan gratis, dan kalau pelayanannya oke, besar kemungkinan balik lagi untuk kunjungan berikutnya.
2. Deteksi Pasien Potensial
Hasil skrining CKG bisa mengidentifikasi pasien dengan risiko penyakit kronis ā diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi. Ini peluang untuk follow up dan mendaftarkan mereka ke program Prolanis.
Ingat: pasien Prolanis yang terkendali juga ngaruh ke nilai KBK klinik.
3. Angka Kontak Naik
Setiap kunjungan CKG yang tercatat di sistem juga dihitung sebagai angka kontak. Jadi selain ngasih layanan preventif ke masyarakat, klinik juga terbantu dari sisi performa KBK.
4. Reputasi & Trust Building
Ikut program pemerintah seperti CKG bisa meningkatkan citra klinik di mata masyarakat. Klinik kamu dianggap "official", terpercaya, dan peduli kesehatan masyarakat ā bukan cuma ngejar profit.
Kalau klinik mau serius ikut CKG, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Koordinasi dengan BPJS: Pastikan klinik sudah terdaftar dan siap menerima peserta CKG. Koordinasi soal alur pelaporan dan pembayaran.
SDM & Sarana: Pemeriksaan CKG lumayan komprehensif. Pastikan ada tenaga yang bisa handle screening dasar (tensi, gula darah, kolesterol), plus alat yang memadai.
Sistem Pencatatan: Data pemeriksaan CKG perlu dilaporkan ke SATUSEHAT. Pastikan sistem klinik sudah terintegrasi atau minimal bisa input data dengan benar.
Flow Pasien: CKG bisa meningkatkan volume kunjungan. Siapkan alur yang efisien supaya pelayanan tetap lancar tanpa bikin antrian mengular.
Di sinilah sistem rekam medis elektronik jadi penting. Kalau semua pemeriksaan langsung tercatat di sistem yang terintegrasi dengan SATUSEHAT dan bridging BPJS, klinik gak perlu repot double entry atau khawatir data tercecer.
Di Mejadokter, flow CKG bisa langsung masuk ke sistem ā dari pendaftaran, pemeriksaan, sampai pelaporan. Data pasien yang ter-skrining juga bisa diidentifikasi untuk follow up selanjutnya, misalnya pasien dengan gula darah tinggi yang potensial jadi peserta Prolanis. Semua visible di dashboard, jadi kamu bisa lihat berapa banyak pasien CKG yang dateng, apa hasil skrining-nya, dan siapa yang perlu di-follow up.
CKG bukan cuma program kesehatan biasa ā ini salah satu program prioritas presiden dengan target ambisius dan dukungan budget yang serius. Klinik yang siap dan sigap bisa dapet benefit besar: traffic baru, pasien potensial, angka kontak naik, dan reputasi yang lebih baik.
Yang perlu diingat: ini program preventif, bukan kuratif. Jadi mindset-nya bukan "nunggu orang sakit dateng", tapi proaktif ngajak masyarakat cek kesehatan sebelum sakit.
Kalau klinik kamu belum ikut CKG, worth it untuk mulai koordinasi dengan BPJS setempat. Programnya udah jalan, pesertanya banyak, dan peluangnya masih terbuka. š
Artikel ini berdasarkan informasi CKG per Desember 2025. Kebijakan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai update dari Kemenkes dan BPJS Kesehatan.
Rekam medis elektronik untuk Fasyankes, terintegrasi satusehat, bridging BPJS PCARE dan antrean online mobile JKN, akreditasi paripurna dengan mejadokter