ARTIKEL

Tahukah Anda Gigi Berlubang bisa Menular?

🕐 Baca 4 menit📅 07 October 2022 12:03

Ada banyak orang yang menganggap bahwa penyebab gigi berlubang akan dihubungkan dengan mengonsumsi makanan manis atau kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Tetapi padahal tidak hanya kedua hal tersebut lho.

Terdapat sejumlah faktor lain yang sering tak disadari oleh banyak orang, bahkan peneliti juga sudah menemukan kalau penyebab gigi berlubang ternyata juga bisa menular. Kok bisa?

GIGI BERLUBANG MENULAR

Gigi yang berlubang adalah kerusakan pada email gigi atau lapisan terluar yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus Mutans.

Bakteri yang dapat berpindah lewat droplet atau air liur sehingga ketika 2 orang yang bersentuhan bibir atau bertukar alat makan, maka mereka juga bisa berpotensi untuk menularkan bakteri berbahaya ini.

Bahkan hal ini banyak ditularkan oleh orangtua dan anak. Seperti kita ketahui bahwa terkadang ibu menggunakan alat makan yang sama dengan anaknya.

Fakta juga menyatakan bahwa bayi dan anak-anak justru sangat rentan tertular bakteri streptococcus mutans ini. Biasanya bayi dan anak-anak akan punya risiko tinggi tertular bakteri jahat ini dari orang-orang terdekat, yaitu orangtua, saudara, pengasuh atau teman.

Oleh karena itu, jangan sembarangan mencium bayi ya. Terutama saat mulut Anda dalam keadaan yang tidak bersih.

Aktivitas sederhana seperti itu ternyata bisa menjadi sarana perpindahan bakteri streptococcus mutans ke rongga mulut anak. Apalagi kalau pengasuh atau orangtua juga kurang mejaga kesehatan gigi dan mulutnya.

Biasanya orangtua dan pengasuh akan menium makanan untuk menyuapi makan anak. Tentu saja tujuannya agar bisa membuat makanan jadi cepat dingin. Bahkan juga ada yang sampai menjilat makanannya.

Mulai sekarang, please, jangan lagi melakukan hal seperti itu karena perlu diketahui bahwa kebiasaan ini bisa mengakibatkan penularan penyakit.

Jika ingin mendinginkan suhu makanan maka bisa menggunakan kipas. Dengan begini, Anda bisa menghindari penularan bakteri tersebut. Cara yang sangat efektif, Anda bisa mendinginkan makanan, anak pun tidak harus tertular bakteri.

Ingat bahwa pencegahan memang selalu jauh lebih baik jika dibandingkan dengan harus mengobat. So, selain melakukan tindakan sederhana di atas, maka ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan supaya bisa menghindari penularan bakteri penyebab gigi berlubang pada anak.

Tindakan yang akan disebutkan sangat mudah dilakukan dan dapat diterapkan sendiri di rumah. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk mengabaikannya.

PERAWATAN

Walaupun gigi susu bakal digantikan oleh gigi permanen, sebaiknya Anda tetap menjaga kesehatannya dan mempersiapkan pencegahan supaya anak tidak lagi mengalami masalah gigi yang berlubang.

Adapun berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya gigi berlubang pada anak.

1. Menyikat Gigi

Sesuai dengan saran kesehatan, menyikat gigi yang baik adalah sebanyak 2 kali dalam sehari dengan waktu kisaran adalah 1-2 menit. Tentu saja juga dengan teknik dan cara yang benar.

Gosok gigi dengan cara menggerakkan secara vertikal, yaitu ke atas dan bawah. Hal ini mempunyai tujuan supaya bisa membersihkan sisa-sisa makanan yang tersisa di sela gigi. Tak cuma itu saja, sikat gigi juga bisa meminimalisir terbentuknya plak pada gigi yang bisa menjadi sarang bakteri penyebab gigi berlubang.

Kalau ingin menggosok gigi setelah makan, sebaiknya beri jeda sekitar 30 menit setelah makan karena untuk makanan dan minuman membuat kondisi dari mulut menjadi asam hingga membuat email gigi menjadi lebih lunak dari biasanya.

Jadi, setelah makan, tidak disarankan langsung menyikat gigi karena dikhawatirkan email gigi juga ikut terangkat.

2. Pasta Gigi berflouride

Flouride masih dipercaya sebagia zat yang sangat ampuh untuk memperkuat email gigi sehingga gigi bisa lebih tahan terhadap asam yang menjadi salah satu penyebab utama dari gigi berlubang.

Tak perlu khawatir karena pasta gigi yang mengandung flouride sangat aman digunakan oleh anak-anak selama dosisnya normal. Jadi, jangan pernah ragu untuk memberikan pasta gigi yang mengandung flouride saat anak sikat gigi.

Bagi anak usia yang kurang dari 3 tahun, maka disarankan untuk memberi pasta gigi hanya sedikit saja. Mungkin hanya secuil, sedangkan untuk anak dengan rentang usia 3 tahun ke atas, sudah bisa diberikan pasta gigi yang lebih banyak.

Penggunaan pasta gigi yang mengandung flouride ini memang butuh perhatian khusus. Awasi anak dengan hati-hati agar tidak menggunakannya dengan yang berlebihan. Sebab, kalau anak terlalu banyak menggunakan pasta gigi berflouride, takutnya akan mengakibatkan bercak warna putih di gigi secara permanen.

3. Makanan

Pasti kira sering dengar baha untuk makanan dan minuman manis menjadi jenis yang paling dilarang untuk menjaga kesehatan gigi. Yap, ini benar adanya!

Makanan dan minuman yang manis biasanya cenderung lengket dan lebih susah untuk dibersihkan. Anda butuh tenaga ekstra untuk bisa menghilangkan sisa-sisanya di gusi dan gigi.

Kalau tidak segera dibersihkan maka akan mempercepat kerusakan gigi. Makanan manis pun juga bisa meningkatkan produksi asam di dalam mulut yang bisa merusak email pada gigi.

Maka sebaiknya batasi makanan dan minuman manis serta banyak konsumsi sayur, buah dan air putih agar bisa menjaga supaya tetap sehat.

4. Periksa Dokter Gigi

Melakukan pemeriksaan ke dokter gigi tak harus menanti untuk mengalami masalah terlebih dahulu. Alangkah baiknya melakukan pemeriksaan secara rutin paling tidak selama 6 bulan satu kali.

Hal ini tentu saja untuk memastikan kalau tidak ada masalah atau calon gigi berlubang yang tidak kita inginkan, bukan?

Kalau memang ternyata ditemukan bahwa ada masalah pada gigi, maka dokter gigi juga bisa langsung mengambil tindakan yang cepat dan tepat sebelum berubah menjadi lebih parah.

Jadi, sangat penting untuk mengatasi masalah sejak dini guna menghindari perawatan gigi yang lebih mahal.

Masalah dengan gigi berlubang memang menjadi masalah yang umum dan biasa terjadi pada anak-anak, tapi juga tak menutup kemungkinan untuk dialami oleh orang dewasa, terutama yang sudah berusia 25 tahun ke atas.

Jangan pernah menganggap sepele dengan penyebab dari gigi berlubang karena kalau tidak segera diatasi maka bisa berakibat pada masalah-masalah gigi lainnya yang bisa menjadi lebih serius.

Contohnya ketika masalah gigi berlubang tidak segera diatasi akan mengakibatkan pembusukkan pada gigi yang berujung rasa sakit tak tertahankan. Belum lagi kalau adanya infeksi yang juga menimbulkan masalah-masalah baru.

Kemudian kehilangan gigi atau bahkan komplikasi lainnya. Jadi, lakukan tindakan pencegahan seperti yang sudah diarahkan di atas.

Penyebab dari masalah-masalah gigi harus dihindari dan segera ditangani agar tidak melebar dan menjadi rasa penyesalan di kemudian hari. Penyakit gigi menjadi salah satu yang sebenarnya mungkin sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kesehatan seluruh tubuh.

Coba saja kalau Anda mengalami sakit gigi, mau beraktivitas apapun pasti akan kesulitan, bukan? Maka dari itu, baiknya segera lakukan semua tips yang sudah mejadokter berikan di artikel ini.

Bacaan Lainnya

Cara Mencatat Rekam Medis SOAP yang Benar dan Efektif
Tips
Klinik
Cara Mencatat Rekam Medis SOAP yang Benar dan Efektif
Diterbitkan: 18 May 2022 03:00
Mau jadi Perawat? Ini Persiapan untuk Melamar Kerja jadi Perawat
Tips
Mau jadi Perawat? Ini Persiapan untuk Melamar Kerja jadi Perawat
Diterbitkan: 01 November 2022 01:56
Prospek Kerja Teknik Biomedis di Masa Depan
Tips
Prospek Kerja Teknik Biomedis di Masa Depan
Diterbitkan: 28 November 2022 03:01

Jadi tunggu apa lagi? Segera request akses Mejadokter.

  • Keamanan data sangat terjamin
  • Banyak fitur bermanfaat
  • Sangat mudah dioperasikan
mejadokter

Mejadokter adalah sebuah aplikasi klinik gratis untuk pencatatan history rekam medis pasien yang terintegrasi.