ARTIKEL

Tantangan Rekam Medis Elektronik di Indonesia

🕐 Baca 4 menit📅 12 October 2022 11:14

Jika kita berbicara di Indonesia, penggunaan inovasi dari Rekam Medis Elektronik (RME) bisa dikatakan masih berjalan di tempat. Sejumlah alasan kenapa RME tak berkembang dengan cepat adalah karena beberapa hal.

Adapun diantaranya adalah seperti:

1. Payung Hukum

Banyak pihak yang kemudian mencurigai kalau rekam medis elektronik tak punya payung hukum yang jelas. Terutama untuk kaitannya dengan penjaminan supaya data yang tersimpan terlindungi terhadap unsur privasi, confidentiality ataupun keamanan informasi secara umum.

Secara teknis, teknologi enkripsi juga termasuk ke dalam acuan untuk penanda bimetrik, misalnya seperti sidik jari yang akan lebih protektif melindungi data daripada tandatangan biasa.

Namun, masalahnya juga bukan pada hal-hal yang bersifat teknis, melainkan pada aspek legalitas. Pertanyaan yang sering muncul adalah sejauh mana rumah sakit bisa memberikan perlindungan atas keamanan data pasien dari tangan orang yang tidak bertanggungjawab.

Selain itu juga dipertanyakan tentang sejauh mana sih keabsahan dokumen elektronik tersebut. Bagaimana jika terjadi sebuah kesalahan di dalam penulisan data medis pasien.

Pertanyaan seperti ini akan sering mengganggu perkembangan dari RME. Oleh karena itu dibutuhkan regulasi yang jelas serta legalitas agar bisa memberikan kesempatan pada RME berkembang.

Tetapi, sayangnya pembuatan regulasi ini sendiri tidak bisa menandingin kecepatan kemajuan teknologi informasi. Bahkan, di sejumlah negara bagian Amerika Serikat, sejumlah rumah sakit hanya mencetak rekam medis kalau ingin dijadikan bukti hukum.

Hal ini terjadi sebaliknya di Wan Fang Hospital, Taipei yang justru rumah sakitnya selalu menyimpan rekam medis dan harus ditandatangani oleh dokter sebagai hasil dari printout RME pasien.

2. Ketersediaan Dana

Alasan klasik yang menjadi tantangan selanjutnya. Dari sisi finansial menjadi permasalahan penting karena rumah sakit atau fasilitas kesehatan harus mempersiapkan infrastruktur teknologi informasi berupa komputer dan jaringan.

Biasanya juga termasuk diantaranya seperti kabel, nir-kabel, listrik, sistem pengamanan, konsultan, pelatihan dan kebutuhan lainnya. Fasilitas kesehatan umumnya punya anggaran yang terbatas khususnya untuk teknologi informasi.

3. Bukan Prioritas

Rekam medis elektronik tidak menjadi prioritas lantaran fasilitas kesehatan lebih mengutamakan sistem lain, misalnya seperti sistem penagihan elektronik, sistem akuntansi, sistem penggajian dan lain sebagainya.

Fasilitas kesehatan akan menilai kalau semua sistem tersebut jauh lebih diutamakan karena bisa menjamin manajemen keuangan rumah sakit yang cepat, transparan, dan bertanggungjawab.

RME sendiri dapat dikesampingkan karena sistem pengolahan transaksi untuk fungsi pelayanan medis masih bisa dilakukan secara manual. Tidak ada kasir rumah sakit yang menolak pendapat kalau komputer bisa memberikan pelayanan penagihan lebih cepat dan efektif jika dibandingkan dengan manual.

Sebaliknya, sejumlah dokter dan perawat mempercayai kalau pekerjaan mereka akan menjadi lebih cepat dan mudah kalau menggunakan sistem terkomputerisasi.

MANFAAT REKAM MEDIS ELEKTRONIK

Dengan mempertimbangkan sejumlah keuntungan, termasuk faktor cost and benefits dari penerapan RME di rumah sakit, maka terdapat sejumlah manfaat yang bisa didapatkan secara langsung, yaitu:

a. Manfaat Umum

RME bakal menjadi faktor yang meningkatkan profesionalisme dan kinerja dari manajemen fasilitas kesehatan. Para stakeholder seperti pasien bakal menikmati kemudahan, kecepatan dan kenyamanan pelayanan kesehatan.

Untuk para dokter, RME bakal memungkinkan diberlakukannya standar praktek kedokteran yang baik dan benar. Sedangkan untuk jurnal EKSIS Vol 02 No 01 Mei 2009 menyatakan bahwa pengelola rumah sakit memahami bahwa RME memberikan bantuan untuk menghasilkan dokumentasi yang auditable dan accountable sehingga mendapat dukungan koordinasi antar bagian di dalam rumah sakit.

Di samping itu, RME juga bisa membuat setiap unit akan bekerja sesuai dengan fungsi, tanggungjawab dan wewenangnya.

b. Manfaat Operasional

Ketika RME berhasil diimplementasikan, paling tidak ada 4 faktor operasional yang bisa dirasakan. Faktor yang pertama adalah mengenai kecepatan penyelesaian pekerjaan administrasi.

Pada waktu sistem manual digunakan, pengerjaan penelusuran berkas hingga pengembalian ke tempat yang seharusnya pasti akan memakan waktu.

Terlebih lagi kalau pasiennya lumayan banyak. Kecepatan ini akan berakibat pada efektivitas kerja menjadi meningkat.

Kedua, yaitu faktor akurasi yang khususnya mengenai data. Apabila sebelumnya banyak hal yang tidak sesuai dengan ketepatan, jika menggunakan sistem modern, maka data bisa diinput dengan lebih tepat karena semuanya menggunakan sistem komputerisasi.

Hal yang paling sering terjadi adalah tentang duplikasi data yang tak akan terjadi jika menggunakan sistem RME. Contohnya ketika pasien yang sama kemudian diregistrasi sebanyak dua kali pada waktu yang berbeda, maka dengan sistem RME, pasti akan menolak dan memberitahukan bahwa data sudah tersedia.

Sistem dalam RME akan memberikan notifikasi peringatan bahwa tindakan yang dilakukan sudah pernah dilakukan pada waktu sebelumnya. Petugas pun kemudian dengan sangat mudah bisa melihat data yang sudah pernah diinput sebelumnya tersebut.

Ketiga adalah tentang faktor efisiensi. Oleh karena kecepatan dan akurasi data yang meningkat, maka waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan administrasi juga lebih mudah dilakukan. Karyawan atau petugas kesehatan bisa lebih fokus pada pekerjaan utamanya.

Keempat, yaitu tentang kemudahan pelaporan. Pekerjaan pelaporan menjadi pekerjaan yang menyita waktu tetapi sangat penting. Dengan adanya RME, proses pelaporan menjadi sangat mudah untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien yang bisa disajikan dengan waktu yang relatif singkat.

Selanjutnya petugas kesehatan hanya perlu melakukan analisis mengenai laporan atau hasil RME dari pasien tersebut.

c. Manfaat Organisasi

Oleh karena RME mengutamakan tentang kedisiplinan dalam pemasukkan data, baik soal ketepatan waktu dan kebenaran data. Maka, budaya kerja dari yang sebelumnya akan menghilangkan banyak hal negatif.

Data yang dimiliki ssitem RME akan dibutuhkan oleh unit layanan lainnya, misalnya seperti resep obat yang ditulis. Maka untuk pihak dari bagian obat akan membutuhkan data RME pasien, sedangkan semua tindakan yang ada dari RME juga sudah terkoneksi dan terintegrasi dengan baik.

Proses yang harus dilakukan pun menjadi sangat mudah untuk dijalankan tanpa harus takut terjadi kesalahan. Semuanya sudah tercantum dalam data RME terkait.

Tidak sampai di situ saja, tetapi juga harga yang telah ditentukan oleh sistem data RME. Pasien pun menjadi lebih mudah untuk mengetahui biaya yang kira-kira dikeluarkan untuk melakukan penebusan obat.

Jadi, RME benar-benar bisa menciptakan koordinasi antar unit yang menjadi semakin lebih baik. Komputerisasi yang diterapkan akan benar-benar mengutamakan pelayanan kepada pasien agar bisa mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat.

Pasien juga menjadi tenang karena untuk biaya yang dikeluarkan tidak terbebani lantaran fasilitas kesehatan menggunakan sistem RME. Hal ini karena banyak aplikasi penyedia sistem RME yang tidak mengkomersilkan programnya untuk mendapatkan keuntungan.

Sebut saja Mejadokter, sebuah aplikasi khusus yang menyediakan fitur Rekam Medis Elektronik. Setiap fasilitas kesehatan yang menggunakan aplikasi ini bisa menggunakannya secara gratis.

Guna mempercepat dan mendorong minat fasilitas kesehatan untuk mendorong ke sistem RME, maka tentu saja sosialisasi yang terus menerus soal manfaat dan potensi RME harus gencar dilakukan.

Contohnya seperti RME bukan hanya bisa menyimpan data pasien dalam jumlah besar, namun juga wajib diberikan kemampuan tambahan berupa kecerdasan buatan yang bisa meniru kemampuan dari pakar.

Ketika dokter salah memberikan obat atau ada reaksi antar obat, sistem bisa memberikan peringatan khusus. Canggih banget ya?!

Bacaan Lainnya

Rekam Medis Elektronik dan Transformasi Digital Kesehatan Indonesia
Teori
Rekam Medis Elektronik dan Transformasi Digital Kesehatan Indonesia
Diterbitkan: 19 October 2022 01:53
Teknologi Gigi Terbaru: Clear Aligner Ratakan Gigi dengan Cepat dan Praktis
Teori
Teknologi Gigi Terbaru: Clear Aligner Ratakan Gigi dengan Cepat dan Praktis
Diterbitkan: 03 September 2022 20:22
Inilah 4 Dasar Utama Rekam Medis Elektronik
Teori
Inilah 4 Dasar Utama Rekam Medis Elektronik
Diterbitkan: 04 November 2022 02:21

Jadi tunggu apa lagi? Segera request akses Mejadokter.

  • Keamanan data sangat terjamin
  • Banyak fitur bermanfaat
  • Sangat mudah dioperasikan
mejadokter

Mejadokter adalah sebuah aplikasi klinik gratis untuk pencatatan history rekam medis pasien yang terintegrasi.