ARTIKEL

Petunjuk Klinis Dokter Gigi untuk Adaptasi Kebiaan Baru setelah Covid-19

🕐 Baca 5 menit📅 01 October 2022 09:26

Penyebaran virus covid-19 bisa dibilang sudah memasuki babak akhir. Sekarang, kita dipaksa untuk bisa menjalani kehidupan berdampingan dengan virus yang sempat menghebohkan dunia ini.

Oleh karena saat ini kita sudah harus berbaur dengan virus covid-19, maka masyarakat akan membutuhkan pelayanan kesehatan, terutama di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pada kesempatan kali ini, mejadokter akan membahas yang lebih spesifik tentang fasilitas kesehatan untuk pelayanan gigi dan mulut.

Kementerian Kesehatan RI sudah mengeluarkan petunjuk teknis (Juknis) baru mengenai pelayanan kesehatan gigi dan mulut di fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan kondisi Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Dalam sebuah data yang dikeluarkan Riskesdas pada 2018 kemarin, memperlihatkan bahwa komprehensif mengenai pelayanan kesehatan gigi dan mulut, yaitu 57,6 persen penduduk Indoneis ayan gmengalami masalah pada kesehatan gigi dan mulut.

Dari data tersebut juga diketahui bahwa ada 10,2 persen penduduk yang sudah terlayani. Sedangkan ada sekitar 2,8 persen penduduk Indonesia dengan usia 3 tahun ke atas sudah melakukan perilaku menyikat gigi dengan benar.

WHO sendiri sudah mengeluarkan hasil survei yang memperlihatkan kalau pandemi covid-19 mengakibatkan terganggunya akses masyarakat atas pelayanan kesehatan. Dibutuhkan usaha untuk penyesuaian pelayanan kesehatan gigi dan mulut agar bisa mencegah penularan yang bisa menyelamatkan nyawa pasien ataupun dokter gigi.

Jika dilihat dari data yang dimiliki oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia, ada sekitar 39 dokter gigi yang meninggal karena virus covid-19.

Data terakhir pada 5 Februari 2021, dokter gigi yang terpapar oleh virus covid-19 adalah sebanyak 396 orang dan terdiri dari Puskesmas 199 orang, Rumah Sakit 92 orang, klinik 36 orang, praktik mandiri 35 orang dan institusi pendidikan atau fakultas kedokteran gigi sebanyak 13 orang.

Salah satu tim penyusun buku Juknis Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut, dr. Iwan Dewanto menjelaskan bahwa penyusunan juknis ini mempunyai tujuan agar mengurangi penularan covid-19, tetapi masyarakat juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang baik.

Ia sempat menegaskan bahwa dokter gigi menjadi salah satu tenaga kesehatan yang paling riskan untuk tertular virus covid-19. Salah satu caranya terjadi kalau droplet dari pasien positif covid-19 menempel pada alat kerja yang digunakan oleh dokter gigi.

Iwan melanjutkan kalau ada 4 tahapan skema pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang wajib untuk diterapkan di masa pandemi covid-19, antara lain adalah:

1. Tahapan Persiapan Dokter Gigi

Pengaturan Ruang Praktik untuk dokter gigi harus dipastikan memiliki aliran udara dan ventilasi, pengelolaan air bersih dan pengelolaan ruangan.

Ventilasi wajib dipastikan mendapatkan aliran udara masuk dari arah belakang ruangan dan terdapat aliran udara yang keluar ke arah depan ruangan dokter gigi.

Exhaust fan diletakkan di bawah, jarak dari lantai kurang lebih sekitar 20 cm supaya aliran udara bisa terjadi dengan baik. Selain itu juga sangat dihindari untuk menggunakan kipas angin atau AC yang diletakkan di langit-langit atau tepat di depan dental unit/kursi gigi yang arah anginnya mengarah dari pasien ke operator saat melakukan prosedur penanganan medis.

Puskesmas saat ini masih bekerja dengan 2 dental unit yang tidak mempunyai sekat. Ruangan dengan dental unit berjumlah lebih dari 1 wajib untuk disekat supaya menjadi ruangan yang tertutup untuk masing-masing dental unit.

Selain itu juga bisa dilakukan dengan memberi jarak 2 meter antar dental unit namun juga harus memperhatikan ventilasi udara di dalam masing-masing dental unit.

Kalau keadaan itu tidak memungkinkan, maka hanya ada 1 dental unit yang wajib dipergunakan untuk merawat pasien.

2. Tahapan Sebelum Kunjungan Pasien

Dalam tahapan ini dilakukan skrining untuk pasien. Selanjutnya juga dilakukan pengelolaan untuk penjadwalan kunjungan pasien ke FKTP.

Skrining dapat dilakukan dengan menggunakan teledentistry atau konsultasi dengan dokter gigi dan memanfaatkan media telekomunikasi.

Perubahan lain adalah untuk volume kunjungan pasien. Volume dari pasien sekarang wajib dikendalikan, terutama untuk Puskesmas wajib menghitung batas maksimal volume pasien.

Hal ini bisa ditetapkan menurut jumlah kamar praktik dokter gigi, luas dari ruang praktik dokter gigi, tata letak dari fasilitas prasarana yang digunakan dalam ruangan dan waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan dan mendesinfeksi prasarana itu.

3. Tahapan saat Kunjungan Pasien

Pengukuran suhu dilakukan dengan lanjutan  untuk meminta pengunjung agar mencuci tangan pakai sabun di tempat yang telah disediakan.

Tak cuma itu saja, pihak dari Puskesmas atau klinik juga wajib memasang imbauan protokol kesehatan dengan bentuk poster, standing banner dan stiker.

4. Tahapan Setelah Selesai Kunjungan Pasien

Pembersihan lingkungan dilakukan di sekitar ruangan kerja, mulai dari disinfeksi, sterilisasi dan follow up pasien dapat digunakan bahan teledentistry.

Hal yang paling penting selanjutnya adalah ketika di dalam praktek dokter gigi harus mempunyai zonasi yang jelas mengenai beberapa hal diantaranya adalah seperti zona kuning untuk ruangan resepsionis, ruang tunggu pasien dan ruang staf.

Di dalam zona ini baiknya semua orang wajib menggunakan masker dan melakukan hand hygiene agar bisa menghindari penyebaran virus covid-19.

Lalu juga ada zona merah yang terdiri dari zona infeksius. Zona ini digunakan untuk melakukan tindakan dan ketika praktek yang mewajibkan petugas kesehatan untuk menggunakan APD sesuai dengan rekomendasi.

Dengan dikeluarkannya petunjuk teknis pelayanan kesehatan gigi dan mulut di FKTP pada masa adaptasi kebiasaan baru ini diharapkan bisa menjadi panduan di dalam pelaksanaan pelayanan gigi dan mulut yang selama pandemi ini sangat terbatas atau bahkan berhenti.

Tulisan di atas sudah dirangkum dari informasi yang disiarkan langsung oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat di Kementerian Kesehatan RI.

Mejadokter
Mejadokter

Pembantu Pelaksanaan Sistem

Setelah Anda mengetahui tentang sejumlah petunjuk klinis untuk dokter gigi di tengah adaptasi kebiasaan baru setelah pandemi covid-19. Dengan ini, Mejadokter hendak menawarkan untuk bantuan berupa pengelolaan dan manajemen segala kegiatan atau aktivitas yang ada di klinik.

MejaDokter merupakan aplikasi pencatatan history untuk rekam medis pasien yang telah terintegrasi secara otomatis.

Terdapat banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh klinik dengan menggunakan aplikasi MejaDokter. Adapun beberapa manfaat aplikasi MejaDokter bisa dilihat pada poin di bawah ini:

1. Automasi

Sistem yang digunakan oleh aplikasi klinik MejaDokter sudah bersifat automasi atau dengan kata lain mayoritas terintegrasi secara otomatis.

Tentu saja dengan begini akan sangat mempermudah pekerjaan dari pegawai klinik. Pencatatan hingga pelaporan pun bisa dilakukan dengan sangat gampang sekarang.

2. Fitur Pengelolaan

Bukan hanya serba otomatis saja, tetapi aplikasi klini MejaDokter menyediakan banyak sekali fitur bermanfaat yang bisa digunakan untuk mengelola klinik.

Anda tidak perlu repot lagi dengan bagaimana cara menjalankan klinik karena semuanya sudah termasuk di dalam aplikasi MejaDokter ini.

Misalnya seperti antrian pasien, manajemen data master, rekam medis, pelaporan, dan lain sebagainya yang bisa Anda lakukan hanya dengan menggunakan satu aplikasi saja.

3. Keamanan Data

Salah satu kekurangan dari aplikasi klinik yang tidak profesional adalah tentang keamanan data yang bisa saja terancam. Namun hal ini tidak akan berlaku untuk MejaDokter karena aplikasi ini mempunyai fitur terbaik yang dapat menjaga keamanan data pasien dan klinik.

Data tersebut disimpan dan dienkripsi hingga tidak ada satu pun orang yang bisa membukanya. Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi ya.

Fitur Mejadokter

Setelah mengetahui beberapa keunggulan dari Mejadokter dibanding dengan aplikasi klinik lainnya, sekarang kita akan masuk ke beberapa fitur unggulan yang disediakan oleh Mejadokter.

Adapun fitur yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Rekam Medis

Kini Anda tidak perlu lagi pusing membuat daftar antrien pasien, perekaman asuhan keperawatan untuk pemeriksaan awal pasien lalu pasien tersebut bisa diperiksa oleh dokter untuk merekam keluhan, pendiagnosaan, memberikan arahan untuk rencana rujukan atau rawat inap atau tindakan lainnya. Selanjutnya semua dicatat secara otomatis di history rekam medis pasien yang hebatnya lagi bisa diselesaikan sampai tahap farmasi serta transaksi akhir.

Poin yang termasuk ke dalam fitur rekam medis adalah seperti antrian pasien, asuhan keperawatan, catatan dokter (riwayat penyakit), farmasi dan transaksi.

2. Manajemen Data Master

Pengelolaan semua data yang berceceran pada sebuah platform mulai dari menambahkan data dokter, perawat, pasien, pegawai, sampai dengan obat dan lainnya yang dibutuhkan.

3. Point Of Sale

Pelaporan dan pembukuan untuk akuntan usaha klinik supaya tidak lagi pusing dengan banyak aplikasi yang terpisah. Ini menjadi salah satu keunggulan yang pasti sangat dibutuhkan oleh pemilik klinik.

Misalnya saja seperti proses refund atau pengembalian barang dan pencarian data yang bisa dilakukan dengan sangat mudah dan cepat. Selain itu juga untuk penggunaannya sangat mudah, siapapun bisa menggunakannya dengan gampang.

4. Auto Report

Fitur selanjutnya adalah laporan yang bisa dikeluarkan secara otomatis tanpa harus dicatat kembali secara manual. Anda bisa mengeluarkan laporan yang ada di aplikasi kapan saja, bahkan juga bisa langsung mengirimkannya via email.

Sebenarnya ada banyak sekali yang bisa didapatkan dengan menggunakan aplikasi MejaDokter ini. Anda pun juga bisa melakukan request fitur-fitur baru yang sekiranya dibutuhkan oleh klinik. Maka dari itu, alangkah baiknya Anda langsung menghubungi pihak dari MejaDokter secara langsung.

Hubungi

  • Email: admin@mejadokter.com
  • Phone: +6281999620213
  • Alamat: Jalan Pulau Menjangan No. 61a, Banyuning Selatan, Singaraja, Bali

Bacaan Lainnya

Petunjuk Klinis Dokter Gigi untuk Adaptasi Kebiaan Baru setelah Covid-19
Teori
Petunjuk Klinis Dokter Gigi untuk Adaptasi Kebiaan Baru setelah Covid-19
Diterbitkan: 01 October 2022 09:26
Mengenal Sistem Pelayanan Kesehatan Indonesia
Teori
Mengenal Sistem Pelayanan Kesehatan Indonesia
Diterbitkan: 26 July 2022 12:26
Ilmu Fisika Medis untuk Menghindari Radiasi Berbahaya
Teori
Ilmu Fisika Medis untuk Menghindari Radiasi Berbahaya
Diterbitkan: 16 November 2022 15:40

Jadi tunggu apa lagi? Segera request akses Mejadokter.

  • Keamanan data sangat terjamin
  • Banyak fitur bermanfaat
  • Sangat mudah dioperasikan
mejadokter

Mejadokter adalah sebuah aplikasi klinik gratis untuk pencatatan history rekam medis pasien yang terintegrasi.