ARTIKEL

Prioritas Transformasi Teknologi Kesehatan Kemenkes

­čĽÉ Baca 4 menit

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 21 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024 sudah memberikan syarat untuk usaha perubahan tata kelola pembangunan kesehatan yang diantaranya melingkupi:

a. Integrasi Sistem Informasi

b. Penelitian

c. Pengembangan Kesehatan

Proses digitalisasi kesehatan pada tingkat nasional sampai daerah tentu menjadi persoalan yang tidak mudah dan butuh perencanaan yang lebih besar.

Oleh karena itu untuk proses digitalisasi kesehatan, baik di tingkat nasional sampai daerah perlu untuk dimulai dan direncanakan secepatnya dengan seksama.

Hal ini dirancang ke dalam peta jalan transformasi teknologi kesehatan yang sedang digaungkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan prioritas transformasi teknologi kesehatan bakal dibagi ke dalam 3 bagian aktivitas utama, yaitu:

1. Transformasi Teknologi Kesehatan adalah integrasi dan pengembangan data kesehatan

Hal ini dibagi ke dalam sistem integrasi data kesehatan dan pembangunan sistem analisis Big data kesehatan.

Kegiatan ini akan mempunyai luaran utama yaitu untuk meningkatkan mutu dari kebijakan kesehatan dengan basis data yang akurat, lengkap dan mutakhir.

2. Integrasi dan Pengembangan Aplikasi Pelayanan Kesehatan

Kegiatan ini punya 3 program kegiatan yang diantaranya adalah mengembangkan aplikasi kesehatan yang terintegrasi, peningkatan sumber daya manusia kesehatan dengan kemampuan informatika kesehatan dan mendirikan Helpdesk terpusat yang ada di Kemenkes.

Keluaran ini menjadi efisiensi pelayanan kesehatan di Fasyankes pada setiap lini, baik dari FKTP dan FKRTL.

3. Pengembangan Ekosistem Teknologi KEsehatan

Pada kegiatan ini, Kemenkes akan punya 3 program utama, yaitu perluasan teknologi telemedicine, pengembangan ekosistem produk inovasi teknologi kesehatan dan integrasi riset bioteknologi kesehatan.

Keluarannya adalah untuk bisa menciptakan kolaborasi dan ekosistem inovasi digital kesehatan antara pemerintah, universitas, industri dan masyarakat umum.

Pada tahun 2021 kemarin, kegiatan integrasi dan pengembangan sistem data kesehatan berfokus pada desain arsitektur tata kelola satu data kesehatan dengan basis individu (integrated electronic health record).

Target dari pengembangan punya fokus di desain arsitektur yang punya tujuan supaya setiap individu punya data kesehatan dengan terintegrasi sangat baik.

Data ini akan punya tata kelola yang terintegrasi dengan sistem aplikasi kesehatan yang fokusnya pada desain arsitektur platform, interoperabilitas sistem kesehatan, keamanan dan infrastrukturnya.

Lalu untuk kegiatan selanjutnya adalah pengembangan ekosistem teknologi kesehatan sebagai asesmen ekosistem dan uji coba regulatory sandbox di dalam inovasi teknologi kesehatan.

Sedangkan untuk tahun 2022 ini pengembangan sistem big data yang sudah mulai terintegrasi.

Pengembangan sistem big data ini mencakup sistem kesehatan dengan basis individu meliputi pandemi, keluarga sehat hingga stunting.

Hal ini bakal fokus pada jumlah sistem data kesehatan yang telah terintegrasi dengan pusat. Kegiatan integrasi dan pengembangan sistem aplikasi kesehatan bakal dikembangkan menjadi platform sistem fasyankes terintegrasi.

Melanjutkan pada tahun 2023, implementasi sistem analisis kesehatan. Diharapkan adanya peningkatan dari variabel data individu dari tahun 2022, yaitu peningkatan pada sistem data yang terintegrasi.

Hal ini diwujudkan lewat pengimplementasian sistem analisis kesehatan dengan basis artificial intelligence. Implementasi ini ditandai dengan adanya perluasan izin dan implementasi produk teknologi inovasi bioteknologi yang ada di Fasyankes, serta peningkatan layanan telemedicine di FKTP sebagai layanan kunjungan dan kebijakan tentang kesehatan digital.

Pada tahun 2024 akan dilanjutkan dengan perluasan implementasi transformasi digital kesehatan Indonesia.

Fokus yang akan dilakukan sebelumnya diharapkan bisa memastikan implementasi transformasi digital kesehatan di Indonesia bisa terarah pada perluasan tata kelola kesehatan yang terintegrasi di Indonesia.

Perluasan integrasi aplikasi pelayanan kesehatan dan perluasan ekosistem inovasi kesehatan Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan pada tahun 2024 menjadi kelanjutan dari kegiatan pada tahun 2023 yang dilakukan pada prioritas di sejumlah wilayah Indonesia. Pada tata kelola data cakupan 2024 mencakup semua wilayah yang ada di Indonesia hingga diharapkan bisa mempunyai pengelolaan data kesehatan dengan basis individu yang terintegrasi.

Hal ini mirip dengan basis lokasi fisik yang diharapkan 100% fasilitas pelayanan kesehatan bisa mempunyai ssitem terintegrasi dengan sempurna.

Pada tahun 2024 mendatang, lebih difokuskan untuk perluasan pada apa yang sudah menjadi target pada tahun sebelumnya, yaitu Indonesia yang sudah punya sistem transformasi digital yang baik, terintegrasi dengan lancar dari data yang berbasis individu, sistem aplikasi kesehatan di Fasyankes SDM Kesehatan yang memadai soal literasi digital, sampai dengan banyaknya produk bioteknologi yang diimplementasikan ke Fasyankes dan yang terakhir adalah perluasan pelayanan telemedicine di FKTP.

Integrasi dan Pengembangan Data Kesehatan

Kegiatan integrasi dan pengembangan data kesehatan ini punya sejumlah sub-kegiatan.

Pertama adalah membangun sistem kesehatan nasional yang berbasis individu atau integrated electronic medical and health record.

Kedua adalah integrasi sistem data kesehatan antar layanan sistem elektronik instansi kesehatan di pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga industri kesehatan.

Lalu, yang terakhir adalah pembangunan sistem analisis big data kesehatan. Sub-kegiatan ini bakal membangun ekosistem big data kesehatan dengan basis analisis kecerdasan buatan (artificial intelligence) baik di level pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Kegiatan ini punya luaran utama yaitu meningkatkan mutu kebijakan kesehatan dengan basis data yang akurat, lengkap dan mutakhir.

Sejumlah masalah akibat dari sistem data yang tidak terintegrasi diantaranya adalah underreporting dan kelengkapan yang rendah.

Menurut pantauan mejadokter.com, hal ini bakal mempengaruhi kualitas data yang sudah dikumpulkan. Keputusan kesehatan yang tak didasarkan pada data berkualitas bakal berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan peta jalan transformasi teknologi kesehatan yang dimulai sejak tahun 2021 kemarin. Pada tahun 2022 ini akan dikembangkan desain arsitektur tata kelola satu data kesehatan dengan basis individu.

Selanjutnya juga akan dilanjutkan lewat pengembangan sistem big data berbasis integrated EHR yang sudah dikembangkan sebelumnya. Lalu, implementasi sistem analisis big data kesehatan yang berbasis artificial intelligence juga akan mulai difokuskan pada tahun 2023.

Sampai  dengan implementasi pada tahun 2024 diharapkan bisa memperluas cakupan implementasi dan pemanfaatan sistem big data. Integrasi dan pengembangan data kesehatan dibutuhkan untuk meningkatkan mutu kebijakan kesehatan yang berbasis analisis data.

Program ini akan menargetkan komponen stakeholder mulai dari tingkat dinas kesehatan dan lembaga nasional, misalnya seperti BPJS, provider kesehatan/Fasyankes dan industri kesehatan.

Itulah tadi penjelasan mengenai apa saja prioritas transformasi teknologi kesehatan yang sedang dikembangkan oleh pemerintah, terutama lewat lembaga Kementerian Kesehatan.

Semoga saja untuk semua rencana yang telah dibuat bisa direalisasikan sesuai dengan yang diharapkan karena memang untuk prioritas teknologi kesehatan sangat dibutuhkan untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Ketertinggalan Indonesia saat ini harus segera dikejar agar bisa tetap bersaing dengan perkembangan yang ada di negara-negara lainnya. Mejadokter.com berharap besar dengan adanya transformasi teknologi kesehatan ini.

Oh ya, buat Anda yang sedang mencari aplikasi klinik maka bisa menggunakan jasa Mejadokter.com. Silakan kepoin fitur-fiturnya ya!

Bacaan Lainnya

Mengenal Sistem Pelayanan Kesehatan Indonesia
Teori
Mengenal Sistem Pelayanan Kesehatan Indonesia
Layanan Kesehatan di dalam Platform Indonesia Health Service
Teori
Layanan Kesehatan di dalam Platform Indonesia Health Service
Rencana Pengembangan Aplikasi Kesehatan dari Kemenkes RI
Teori
Rencana Pengembangan Aplikasi Kesehatan dari Kemenkes RI

Jadi tunggu apa lagi? Segera request akses Mejadokter.

  • Keamanan data sangat terjamin
  • Banyak fitur bermanfaat
  • Sangat mudah dioperasikan
mejadokter

Mejadokter adalah sebuah aplikasi klinik gratis untuk pencatatan history rekam medis pasien yang terintegrasi.