ilustrasi halaman detail

ARTIKEL

Tips Kunjungan Pertama Anak ke Dokter Gigi

🕐 Baca 4 menit📅 04 October 2022 10:56

Kunjungan pertama ke dokter gigi tentu akan membuat anak menjadi khawatir. Apalagi kalau Ia sudah mulai memahami tentang apa yang mungkin dan akan dilakukan oleh dokter gigi.

Rasa takut dan terbayang sakit yang akan dirasa saat pergi ke dokter gigi membuat anak menjadi tidak berani untuk pergi ke dokter gigi.

Bahkan bisa dibilang bukan anak kecil saja, remaja atau orang dewasa pun banyak yang tidak berani untuk pergi ke dokter gigi. Alasannya pun serupa, karena sudah terbayang rasa sakit yang akan diderita saat ada penindakan dari dokter.

Namun, sebagai orangtua, kita harus mengetahui bagaimana cara untuk merayu anak supaya tidak takut pergi ke dokter gigi. Apalagi mengingat bahwa perawatan gigi harus dilakukan selama 6 bulan sekali supaya bisa menghindari masalah dan penyakit pada gigi.

Bagi anak yang pertama kali datang ke klinik dokter gigi, ruangan pemeriksaan gigi akan terlihat sangat asing dan mungkin saja menakutkan.

Selain dokter dan perawat yang mengenakan busana serba putih, ada banyak juga peralatan medis yang membuat anak menjadi ketakutan. Namun, seperti yang sudah dibilang sebelumnya kalau kesehatan gigi menjadi sangat penting dan harus dilakukan agar bisa mencegah hal-hal buruk terjadi.

Oleh karena itu, kali ini mejadokter akan memberikan sejumlah tips untuk Anda sebagai orangtua agar bisa membujuk anak pergi ke dokter gigi tanpa rasa takut. Simak penjelasan artikel ini sampai habis ya!

TIPS AJAK ANAK KE DOKTER GIGI

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengajak anak pergi ke dokter gigi supaya tidak takut. Mungkin langsung saja, berikut diantaranya:

1. Permainan

Membiasakan anak untuk bermain dokter dan pasien yang kemudian diisi dengan doktrin bahwa dokter bukan sosok yang menakutkan.

Anda bisa berperan sebagai dokter, kemudian memberikan sejumlah candaan kepada anak yang sedang berperan sebagai pasien. Supaya lebih spesifik, bisa mengerucutkan permainannya ke dokter gigi dan pasien.

Permainan yang dimaksud misalnya adalah bermain saling periksa gigi dan mulut. Kemudian melakukan seakan-akan sedang menangani secara medis hingga pemberian obat.

Selanjutnya juga bisa membiarkan anak untuk berperan sebagai dokter, biarkan anak berimajinasi sebagai seorang dokter. Lihat apa yang ada di dalam pikirannya tentang sosok seorang dokter itu seperti apa.

Dengan begini, anak akan merasa bahwa ternyata seorang dokter itu bukan sosok yang menakutkan atau menyeramkan. Mungkin nanti Ia akan justru merasa excited atau tertarik untuk bertemu dengan dokter secara langsung.

Kalau sudah merasa nyaman, anak pasti akan tidak takut lagi untuk pergi ke dokter gigi. Apalagi kalau setelah bertemu secara langsung, umumnya dokter gigi juga akan membantu lewat sosok yang ramah kepada anak.

Biasanya dokter gigi akan lebih aktif untuk bertanya dan berinteraksi kepada anak supaya Ia merasa nyaman saat melakukan pemeriksaan. Semua pun bisa dilakukan dengan mudah, bukan?

2. Pagi Hari

Mengenai waktu kunjungan, Anda bisa memprioritaskan untuk bertemu dengan dokter gigi di pagi hari. Hal ini karena biasanya anak akan mudah merasa lelah dan rewel di siang hari. Apalagi kalau masuk pada masa tidur siangnya, namun, Ia justru masih di klinik, pasti akan muncul risiko anak menjadi tidak dalam kondisi mood yang baik.

Oleh karena itu, maka disarankan untuk Anda bisa memilih jadwal pergi ke dokter gigi di pagi hari saja, jangan siang-sore hari, apalagi malam!

Waktu di pagi hari, anak masih merasa segar, ceria dan masih punya banyak energi hingga bisa berpikir secara logis. Anak akan merasa jauh lebih nyaman saat pergi ke dokter pada pagi hari.

3. Mainan

Biasanya anak akan punya mainan kesayangan yang bisa Anda bawa untuk menemainya saat pergi ke dokter gigi. Walaupun mungkin anak tidak merasa takut, tapi mainan tersebut bisa menambah kepercayaan dirinya.

Selain itu juga bisa mengisi waktu saat anak harus menunggu jadwal pemeriksaan dokter gigi di klinik. Dengan mainan kesayangannya yang dibawa juga diharapkan anak bisa lebih tenang saat proses pemeriksaan giginya di klinik.

Kalau mainannya berbentuk figur seperti boneka atau patung, dokter atau orangtua bisa menjadikannya objek untuk pemberian edukasi atau instruksi yang diberikan.

4. Informatif

Ketika berada di klinik, maka anak akan melihat sejumlah hal-hal baru yang mungkin masih sangat asing bagi mereka. Tugas Anda di sini adalah juga memberikan informasi mengenai apa saja sih yang ada di sana.

Kalau bisa, walaupun memang anak tidak bisa memahami semuanya, tapi tidak ada salahnya Anda menjelaskan sesuai dengan fungsinya secara detail.

Misal saat ada perawat, Anda bisa menjelaskan tentang apa pekerjaan perawat, kenapa pakaiannya seperti itu, dan lain sebagainya.

Selanjutnya Anda juga bisa memberikan informasi positif tentang profesi dokter yang merupakan pekerjaan mulia. Ceritakan hal-hal yang ringan dan lucu saja, jangan hal yang berhubungan dengan penanganan medis.

Dengan begini, anak akan mengetahui apa saja yang sekiranya dihadapi namun dengan bayangan yang tidak menakutkan.

5. Reward

Orangtua bisa memberikan reward atau hadiah kepada anak setelah melakukan pemeriksaan rutin. Tapi mungkin perlu digaris bawahi bahwa untuk hadiah yang diberikan jangan terlalu besar.

Misalnya hanya memberikan hadiah berupa makanan atau minuman yang diinginkan olehnya atau sekedar hal lain yang tidak terlalu besar tapi berarti bagi anak.

Hadiah yang dimaksud juga tidak selalu berbentuk fisik ya. Contoh hadiah lainnya adalah mengajak anak bermain di taman bermain, nonton film, atau berenang.

Tujuannya adalah agar anak bisa mengetahui bahwa kedatangannya ke dokter gigi bukan karena hadiah, melainkan untuk merawat kesehatan gigi.

6. Disiplin

Bukan hanya soal rutin melakukan pemeriksaan selama 6 bulan sekali saja. Sebagai orangtua, Anda juga harus mengajarkan disiplin saat datang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh dokter terkait.

Dengan datang lebih awal dari jadwal yang sudah ditentukan oleh dokter juga bisa membantu anak untuk mengenal lingkungan sekitar klinik atau rumah sakit. Sebelum masuk ke ruangan, anak juga bisa bermain di playground yang biasanya disediakan.

Kalau anak sudah merasa senang di tempat tersebut, maka jika suatu saat diajak lagi untuk pergi ke klinik gigi, Anda bisa mengiming-iminginya dengan bermain di playground.

Apalagi kalau di playground begitu biasanya akan diisi oleh sejumlah anak-anak lain yang akan menambah keseruan.

7. Tenang

Ketika anak-anak memang merasa takut dan menangis, biasanya orangtua juga akan merasa tidak nyaman dan kalau tidak sabar, maka akan mengeluarkan makian yang tidak perlu.

Bahkan juga tidak jarang orangtua yang melakukan kekerasan fisik kepada anak, misalnya seperti mencubit, menjewer, atau hingga memukul 'dalam batas wajar'.

Hal ini tentu tidak akan menyelesaikan masalahnya. Baiknya, Anda sebagai orangtua bisa mengantisipasinya dengan menenangkan anak dengan tenang pula. Bagaimana anak bisa tenang kalau Anda justru marah-marah.

8. Kontrol secara Rutin

Tadi sudah disinggung tentang waktu untuk pemeriksaan rutin adalah 6 bulan sekali, anak harus dibawa ke dokter untuk melakukan pemeriksaan gigi.

Bahkan bisa dikatakan kalau kebutuhan anak jauh lebih penting jika dibandingkan dengan orang dewasa karena anak masih dalam masa pertumbuhan.

Perkembangan gigi bisa diatur dan diawasi oleh dokter agar bisa tumbuh dengan baik. Jangan sampai ada kesalahan dan masalah di kemudian hari.

Itulah tadi tips untuk kunjungan pertama anak pergi ke dokter gigi agar tidak merasa takut dan menangis. Semoga bermanfaat!

Bacaan Lainnya

Kebutuhan Klinik Jaman sekarang yang Harus Dipenuhi
Teori
Tips
Kebutuhan Klinik Jaman sekarang yang Harus Dipenuhi
Diterbitkan: 25 January 2023 10:46
Dampak dan Pencegahan Paparan Radiasi Pengion
Tips
Teori
Dampak dan Pencegahan Paparan Radiasi Pengion
Diterbitkan: 03 March 2023 05:52
Pelajari tentang Perawatan Pasien Berbasis Nilai
Tips
Teori
Pelajari tentang Perawatan Pasien Berbasis Nilai
Diterbitkan: 09 June 2023 11:57
Jadi tunggu apa lagi? Segera request akses Mejadokter.
  • Keamanan data sangat terjamin
  • Banyak fitur bermanfaat
  • Sangat mudah dioperasikan
mejadokter

Rekam medis elektronik untuk Fasyankes, terintegrasi satusehat, bridging BPJS PCARE dan antrean online mobile JKN, akreditasi paripurna dengan mejadokter