
"Lho, klinik saya kan udah integrasi SATUSEHAT. Kok SKP saya masih nol?"
Kalau kamu pernah ngomong atau denger kalimat ini, berarti kamu gak sendirian. Banyak banget dokter dan nakes yang ngira begitu kliniknya konek ke SATUSEHAT, SKP langsung keitung otomatis. Ternyata... enggak gitu cara kerjanya.
Integrasi SATUSEHAT itu soal kirim data kunjungan dan rekam medis pasien ke server Kemenkes. Bagus buat faskes, wajib juga sekarang. Tapi itu beda urusan sama SKP untuk perpanjang SIP kamu.
Artikel ini bakal jelasin kenapa SKP kamu gak nambah-nambah, dan gimana cara benerinnya.
Ini yang sering ketuker. Jadi biar clear:
SATUSEHAT itu platform integrasi data kesehatan nasional. Faskes kirim data kunjungan, diagnosa, tindakan, resep — semua ngumpul di satu sistem. Ini kewajiban faskes, bukan urusan pribadi dokternya.
SKP (Satuan Kredit Profesi) itu poin yang dikumpulin dokter/nakes secara personal untuk perpanjang SIP. Dapat dari ikut seminar, webinar, laporan pelayanan, atau kegiatan pengabdian masyarakat.
Jadi walaupun klinik kamu udah rajin kirim data ke SATUSEHAT tiap hari, SKP kamu ya tetap nol kalau gak diurus sendiri.
Beda sistem, beda pintu masuknya.
Semua urusan SKP sekarang lewat satu pintu: SKP Platform yang diakses dari akun SATUSEHAT SDMK kamu.
Ini langkah-langkahnya:
Pertama, buka satusehat.kemkes.go.id/sdmk dan login pakai akun kamu.

Kedua, di dashboard cari menu "Pengelolaan SKP" atau "SKP Platform". Klik, nanti diarahkan ke halaman baru.
Ketiga, di SKP Platform ini kamu bisa input SKP dari 3 ranah:
Ranah Pembelajaran — seminar, webinar, workshop, pelatihan. Upload sertifikatnya dalam format PDF, maksimal 250KB.
Ranah Pelayanan/Profesional — laporan jumlah pasien yang kamu tangani atau tindakan yang kamu lakukan. Biasanya diinput per bulan.
Ranah Pengabdian Masyarakat — kegiatan baksos, penyuluhan kesehatan. Upload surat tugas atau surat keterangannya.
Keempat, setelah upload, statusnya "Menunggu Pemeriksaan". Sabar ya, proses verifikasi bisa 3-6 bulan tergantung antrian. Yang SIP-nya mau expired biasanya diprioritasin.
Ada aturan tanggal yang penting:
Kegiatan sebelum 1 Maret 2024 — sertifikatnya bisa diupload manual di SKP Platform. Tinggal input data kegiatan dan upload file PDF-nya.
Kegiatan setelah 1 Maret 2024 — harus lewat Plataran Sehat. Artinya, kamu ikut pelatihannya di platform Plataran Sehat, dan SKP-nya otomatis tercatat di sistem. Gak bisa upload manual lagi.
Jadi kalau kamu punya sertifikat webinar tahun 2023 yang belum diinput, buruan upload sebelum ketinggalan.
Ini juga sering bikin bingung. Dulu kan SKP diurus lewat P2KB di IDI Online. Sekarang masih bisa sih, tapi...
Data di IDI Online gak bridging ke SKP Platform Kemenkes.
Artinya kalau kamu upload di IDI Online, terus upload lagi di SKP Platform, ya kerja dua kali. Dan yang dihitung Kemenkes untuk perpanjang SIP ya yang di SKP Platform.
Saran saya, langsung aja ke SKP Platform biar gak ribet.
Mau tau SKP kamu udah 250 atau masih jauh? Cek di skp.kemkes.go.id.
Masukin NIK, nanti keliatan statusnya: "Tercukupi" atau "Belum Tercukupi".
Kalau belum tercukupi padahal kamu ngerasa udah banyak input, kemungkinan:
Kadang emang butuh waktu buat sinkronisasi. Cek berkala aja.
Jangan tunggu SIP mau expired baru panik ngumpulin SKP. Ini beberapa tips:
Cicil dari sekarang. Ikut webinar gratis di Plataran Sehat itu gampang. Banyak yang 1-2 jam udah dapet beberapa SKP.
Input laporan pelayanan rutin. Tiap bulan input jumlah pasien yang kamu tangani. Gak susah, cuma butuh konsisten.
Ikut baksos atau penyuluhan. Selain bermanfaat, ini juga nambah SKP dari ranah pengabdian masyarakat.
Simpan semua sertifikat. Format PDF, ukuran di bawah 250KB. Biar gampang kalau mau upload.
Nah ini yang sering bikin males — input laporan pelayanan per bulan. Harus hitung manual berapa pasien yang ditangani, berapa tindakan yang dilakukan. Ribet kalau gak ada sistemnya.
Kalau klinik kamu pakai Mejadokter, data ini udah kerekap otomatis.
Mau tau dokter A bulan ini nangani berapa konsultasi? Tinggal filter. Berapa kali tindakan injeksi, nebulizer, atau jahit luka? Ada semua. Bahkan sampai berapa kali nerima rujukan hasil lab juga keliatan.
Periodenya bisa diatur sesuai kebutuhan. Mau rekap bulanan, triwulan, atau setahun penuh — tinggal pilih tanggal.
Jadi pas mau input SKP ranah pelayanan, kamu gak perlu buka-buka catatan manual atau ngitung dari nol. Export datanya dari Mejadokter, masukin ke SKP Platform. Beres.
Ini salah satu keuntungan pakai sistem yang emang nyimpen data dengan rapi. Gak cuma buat operasional klinik, tapi juga bantu urusan administrasi pribadi dokternya.
Integrasi SATUSEHAT sama pengumpulan SKP itu dua hal berbeda. Klinik kamu bisa udah canggih kirim data tiap hari, tapi kalau SKP pribadi gak diurus ya tetap zonk pas mau perpanjang SIP.
Kabar baiknya, sistemnya sekarang udah satu pintu lewat SKP Platform. Tinggal rajin-rajin aja input dan ikut kegiatan yang ber-SKP.
Jangan sampai SIP expired gara-gara telat ngurus SKP. Mulai cicil dari sekarang, biar pas waktunya tinggal klik perpanjang. Gak pakai drama.
Rekam medis elektronik untuk Fasyankes, terintegrasi satusehat, bridging BPJS PCARE dan antrean online mobile JKN, akreditasi paripurna dengan mejadokter