ilustrasi halaman detail

ARTIKEL

KBK 101: Panduan Kapitasi Berbasis Kinerja untuk Pemilik Klinik

šŸ• Baca 4 menitšŸ“… 14 January 2026 03:00

Pernah ngalamin kapitasi BPJS gak cair 100%? Atau tiba-tiba ada potongan yang bikin bingung — padahal pasien dateng terus?

Kemungkinan besar masalahnya ada di KBK.

KBK atau Kapitasi Berbasis Kinerja adalah sistem pembayaran dari BPJS Kesehatan yang gak cuma ngitung jumlah peserta terdaftar, tapi juga performa klinik kamu dalam melayani pasien. Jadi meskipun peserta terdaftar banyak, kalau kinerjanya gak memenuhi target, kapitasi bisa dipotong.

Buat pemilik klinik yang kerja sama dengan BPJS, ini wajib dipahami. Karena KBK langsung ngaruh ke pendapatan.

3 Indikator Utama KBK

BPJS menilai kinerja FKTP dari 3 indikator dengan bobot masing-masing:

1. Angka Kontak (Bobot 40%)

Ini ngukur seberapa banyak peserta JKN yang terdaftar di klinik kamu yang beneran dateng atau dikontak dalam sebulan. Target untuk dapet rating maksimal (rating 4) adalah ≄150 per mil — artinya dari 1000 peserta terdaftar, minimal 150 orang harus ada kontak pelayanan.

Yang dihitung sebagai "kontak" bukan cuma kunjungan sakit. Kunjungan sehat (imunisasi, konsultasi gizi, cek kesehatan), home visit, bahkan telemedicine yang tercatat resmi juga masuk hitungan.

2. Rasio Rujukan Non-Spesialistik / RRNS (Bobot 50%)

Ini ngukur seberapa banyak pasien dengan diagnosa non-spesialistik yang dirujuk ke rumah sakit. Target rating 4 adalah ≤2%.

Basically, BPJS pengen klinik bisa handle kasus-kasus yang memang masuk kompetensi dokter umum — jangan buru-buru rujuk. Semakin rendah rasio rujukan non-spesialistik, semakin bagus nilainya.

Catatan: rujukan dengan alasan TACC (Time, Age, Complication, Comorbidity) gak masuk hitungan ini.

3. Rasio Peserta Prolanis Terkendali / RPPT (Bobot 10%)

Ini ngukur seberapa baik klinik mengelola pasien penyakit kronis (diabetes dan hipertensi) yang terdaftar di program Prolanis. Target rating 4 adalah ≄5% peserta Prolanis dalam kondisi terkendali.

Terkendali artinya:

  • Untuk pasien diabetes: GDP <100 mg/dL
  • Untuk pasien hipertensi: tekanan darah <120/80 mmHg

Bobot RPPT memang paling kecil, tapi jangan diabaikan — karena ini juga ngaruh ke skor akhir.

Cara Menghitung Nilai KBK

Setiap indikator punya rating 1-4 berdasarkan capaian. Masing-masing rating punya nilai yang dikalikan dengan bobot:

Indikator

Target Rating 4

Bobot

Max Nilai

Angka Kontak

≄150‰

40%

1.6

RRNS

≤2%

50%

2.0

RPPT

≄5%

10%

0.4

Total



4.0

Nilai total maksimal adalah 4.0. Semakin tinggi nilai, semakin besar persentase kapitasi yang diterima.

Kenapa KBK Penting?

Simpel aja — KBK langsung ngaruh ke duit. šŸ”„

Kalau klinik kamu dapet nilai KBK penuh, kapitasi cair 100%. Tapi kalau nilai KBK rendah, bisa dipotong. Dan potongan ini konsisten setiap bulan selama performa belum diperbaiki.

Selain aspek finansial, KBK juga jadi cerminan kualitas layanan klinik. FKTP yang KBK-nya bagus biasanya punya manajemen pasien yang lebih terstruktur, angka rujukan yang terkendali, dan pengelolaan Prolanis yang konsisten.

Strategi Ningkatin KBK

Oke, sekarang bagian yang paling penting — gimana cara ningkatin nilai KBK?

Untuk Angka Kontak:

  • Jangan cuma tunggu pasien sakit dateng. Aktifkan layanan promotif-preventif: imunisasi, konsultasi gizi, cek kesehatan rutin, screening
  • Manfaatkan telemedicine — kunjungan online yang tercatat resmi juga dihitung sebagai kontak
  • Kirim reminder ke pasien untuk kontrol rutin, terutama peserta Prolanis, ibu hamil, dan balita
  • Lakukan home visit atau mobile clinic untuk menjangkau pasien yang susah dateng
  • Pastikan semua kontak di-input ke PCare dengan benar
  • Cari pasien potensial yang bisa di-follow up untuk angka kontak tidak langsung — misalnya peserta yang udah lama gak berkunjung atau yang punya riwayat penyakit kronis tapi belum terdaftar Prolanis

Untuk RRNS:

  • Evaluasi kasus-kasus yang sering dirujuk — apakah memang harus dirujuk atau sebenarnya bisa ditangani di klinik?
  • Tingkatkan kompetensi dokter dengan pelatihan berkala
  • Lengkapi alat diagnostik dasar supaya dokter lebih confident handle kasus
  • Gunakan alasan TACC dengan tepat kalau memang ada indikasi
  • Kalau rujuk, pastikan langsung dari sistem yang terkoneksi ke PCare — biar data konsisten dan gak ada yang missed

Untuk RPPT:

  • Rekrut peserta Prolanis secara aktif dari pasien DM dan HT yang rutin dateng
  • Jadwalkan kontrol bulanan dan pastikan ada pemeriksaan GDP atau tekanan darah setiap kunjungan
  • Edukasi pasien soal pentingnya kontrol rutin dan kepatuhan minum obat
  • Input data dengan benar di PCare — diagnosa harus sesuai (E11/E11.9 untuk DM, I10 untuk HT)

General Tips:

  • Bentuk tim internal khusus KBK yang rutin monitoring capaian
  • Evaluasi angka setiap minggu atau minimal setiap bulan sebelum periode penilaian ditutup
  • Libatkan semua staff — dari dokter, perawat, bidan, sampai admin — karena KBK itu effort bareng

Yang jadi masalah: banyak klinik udah ngelakuin semua ini, tapi tetep gak tau posisi KBK-nya di angka berapa sampai akhir bulan. Baru tau nilainya pas udah telat.

Makanya penting banget punya dashboard yang bisa nampilin capaian KBK secara real-time — bukan nunggu laporan dari BPJS.

Di Mejadokter, kita punya fitur monitoring KBK yang langsung terintegrasi sama flow pelayanan sehari-hari. Jadi pas dokter input pemeriksaan guldar ke pasien Prolanis atau cek tensi ke pasien HT, datanya langsung masuk ke dashboard. Pas buat rujukan, langsung dari sistem yang sama — gak perlu input ulang.

Angka kontak juga langsung ke-track dari setiap kunjungan, dan kamu bisa lihat daftar pasien potensial yang bisa di-follow up buat ningkatin angka kontak tidak langsung. Semua visible tanpa harus buka spreadsheet terpisah atau hitung manual.

Intinya: kamu bisa tau posisi KBK klinik kapan aja, dan intervensi sebelum bulan ditutup — bukan reaktif setelah kapitasi kepotong.

Yang Sering Jadi Masalah

Beberapa kendala umum yang bikin nilai KBK gak optimal:

  1. Data gak ter-input lengkap — kunjungan udah dilayani tapi gak di-entry ke PCare, ya gak kehitung
  2. Fokus cuma di kuratif — klinik sibuk nangani orang sakit tapi lupa layanan sehat yang bisa dongkrak angka kontak
  3. Prolanis jalan tapi gak terdokumentasi — pasien rutin kontrol tapi hasil GDP/tensi gak di-input
  4. Rujukan terlalu gampang — dokter kurang confident atau gak ada alat diagnostik pendukung
  5. Gak ada yang monitoring — KBK dibiarkan jalan sendiri tanpa evaluasi rutin

Kalau klinik kamu ngalamin salah satu dari ini, worth it untuk evaluasi sistemnya — bukan cuma orangnya.

Penutup

KBK bukan sistem yang ribet sebenernya. Tiga indikator, target jelas, tinggal eksekusi dan monitoring konsisten.

Yang bikin tricky adalah konsistensinya. Karena penilaian dilakukan setiap bulan, klinik harus punya sistem yang jalan terus — bukan cuma sprint di akhir bulan buat kejar angka.

Kalau selama ini kapitasi sering kepotong dan bingung harus mulai dari mana, coba cek Mejadokter. Dashboard KBK-nya bisa bantu kamu pantau angka kontak, RRNS, dan RPPT secara real-time — langsung dari aktivitas pelayanan yang udah berjalan.

At least, kamu gak perlu nebak-nebak lagi posisi KBK klinik di angka berapa. šŸ™


Artikel ini berdasarkan ketentuan KBK yang berlaku per 2025. Kebijakan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai update dari BPJS Kesehatan.

Bacaan Lainnya

Cara Kerja Antrean MJKN di Mejadokter: Pasien Daftar, Staff Tinggal Print
mjkn
antrean online
bpjs kesehatan
mejadokter
mobile jkn
bridging bpjs
manajemen klinik
fktp
pendaftaran online klinik
integrasi bpjs
Cara Kerja Antrean MJKN di Mejadokter: Pasien Daftar, Staff Tinggal Print
Diterbitkan: 30 December 2025 03:02
Sudah Daftar Antrean MJKN Tapi Terlambat? Ini yang Harus Dilakukan
tips pasien
mjkn
antrean online
bpjs kesehatan
bridging bpjs
mejadokter
Sudah Daftar Antrean MJKN Tapi Terlambat? Ini yang Harus Dilakukan
Diterbitkan: 30 December 2025 06:19
SOP Menangani Pasien MJKN yang Terlambat Datang
mjkn
antrean online
sop klinik
bpjs kesehatan
manajemen klinik
mejadokter
bridging bpjs
SOP Menangani Pasien MJKN yang Terlambat Datang
Diterbitkan: 30 December 2025 05:57
Jadi tunggu apa lagi? Segera request akses Mejadokter.
  • Keamanan data sangat terjamin
  • Banyak fitur bermanfaat
  • Sangat mudah dioperasikan
mejadokter

Rekam medis elektronik untuk Fasyankes, terintegrasi satusehat, bridging BPJS PCARE dan antrean online mobile JKN, akreditasi paripurna dengan mejadokter