ARTIKEL

Alur Layanan Telemdicine yang Dikembangkan Kemenkes

🕐 Baca 4 menit📅 20 July 2022 02:54

Mejadokter.com - Saat ini sedikitnya sudah ada 75 aplikasi layanan primer yang telah tersedia dan bisa dikelola hanya dengan 25 microservices saja, sedangkan untuk 56 aplikasi layanan sekunder yang telah tersedia bisa dikelola dengan 19 microservices.

Hal ini berarti bahwa sistem ini mengelola operasional layanan primer dan sekunder hanya membutuhkan 4-10 aplikasi yang saling terintegrasi lewat platform Satu Data Kesehatan.

Rancangan solusi yang ada ini akan menghasilkan kemudahan yang didapatkan oleh masyarakat sebagai pasien dan juga tenaga kesehatan sebagai pengelola dan pemberi layanan di Fasyankes.

Platform yang mendukung interoperabilitas data kesehatan diharapkan bisa melayani pasien secara berkesinambungan dan cepat, serta mampu meringankan beban kerja administratif tenaga kesehatan.

Terdapat use-case di layanan sekunder, di mana pasien yang hendak melakukan konsultasi online lewat telemedicine wajib mendaftarkan diri pada aplikasi terkait terlebih dahulu untuk memesan layanan konsultasi medis sesuai dengan kebutuhan.

Pasien bakal diminta untuk bisa melewati asesmen awal untuk selanjutnya bisa mendapatkan pemeriksaan dokter sesuai dengan keluhan yang dialami. Dokter lalu menjelaskan untuk diagnosis dari pasien dan meresepkan obat, jika dibutuhkan.

Pasien bisa menebus reset itu pada aplikasi yang sama dan kurir online bakal segera mengantarkan obat itu dari instalasi farmasi terdekat menuju ke rumah pasien.

Selanjutnya, pasien akan menerima billing pembayaran sesuai dengan layanan yang sudah didapatkan. Pasian bakal menerima resume medis hasil dari pemeriksaan dan catatan resep serta anjuran dari dokter. Semua data aktivitas ini akan dihubungkan ke dalam rekam medis pasien dan masuk ke dalam platform Indonesia Health Services (IHS).

Layanan Farmalkes

Untuk bisa mewujudkan ketahanan layanan farmasi dan alat kesehatan di Indonesia, dibutuhkan sebuah sistem integrated end-to-end supply chain management.

Diantara solusi yang wajib menjadi prioritas diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Standardisasi kode obat dengan standar BPOM, kode alat kesehatan dan PKRT dengan standar dari Kemenkes dan kode perusahaan dengan standar NIB dari Online Single Submission (OSS)

2. Integrasi data yang tersedia lewat Open API dengan standar FHIR yang sudah terhubung dengan Enterprise Resource Planning (ERP) dan Inventory Management System yang dipunyai oleh produsen, distributer dan fasyankes.

Open API bakal mereduksi adanya resistensi dari isntansi lain karena tidak membutuhkan biaya dan upaya adaptasi yang merepotkan. Untuk menstimulasi adopsi dari Open API, maka dibutuhkan sebuah insentif untuk Third Party berupa Open Access  Data

3. Transformasi dari sistem pencatatan manual yang menjadi secara digital dengan sistem yang sudah terhubung sehingga bisa lebih akurat di dalam memonitor peredaran obat dan menurunkan risiko peredaran obat ilegal di masyarakat.

Membangun ekosistem yang memungkinkan bagi third party developer penyedia sistem logistik untuk industri farmasi dan alat kesehatan agar menyediakan data-data yang diperlukan dengan mengikuti standar data yang sudah memiliki aturan sendiri

4. Penghubung data dari sejumlah sumber ke dalam satu database industri farmasi dan alat kesehatan untuk menghilangkan proses yang redundant. Mengintegrasikan sistem yang sudah ada dengan standar satu data kesehatan.

Alur Layanan dan Data Rantai

Platform layanan farmasi dan alat kesehatan akan meliputi 4 layanan yang sangat besar, yaitu manajemen inventori, supply-demand mapping, perizinan hingga monitoring kepatuhan dan pelayanan serta penggunaan obat.

Masing-masing dari layanan utama ini punya layanan di bawahnya yang diawasi langsung oleh masing-masing direktorat di Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan (Dirjen Farmalkes).

Setiap layanan utama bakal menghasilkan microservice dan modul yang bakal difasilitasi dalam sebuah platform aggregator untuk mengagregasi data dari sejumlah data touchpoint (produsen, distributor, fasyankes dan lainnya). Data yang sudah diaggregasi bisa digunakan untuk pengambilan keputusan strategis dan meminimalisir risiko macetnya rantai pasok obat dan alat kesehatan.

Selain digunakan oleh pihak regulator dan pengambil kebijakan, data yang sudah teragregasi juga bsia digunakan oleh mitra dan aktor di industri farmasi dan alat kesehatan untuk melakukan forecasting kebutuhan dari sisi permintaan dan stok suplai dari sisi penawaran yang lebih akurat hingga probabilitas stockout bisa diminimalisir.

Di dalam layanan farmaslkes akan ada perjalanan obat dari Fasyankes primer dari proses produksi obat sampai dengan pemberian obat kepada pasien. Produsen akan memproduksi obat saat bahan baku yang sudah dipesan sampai di gudang produser.

Kalau obat selesai diproduksi maka produsen bakal melakukan update stok obat yang ada. Obat yang sudah layak dijual bakal diantar produsen kepada distributor terkait.

Kalau obat sudah diterima oleh distributor, maka distributor bakal melakukan update stok obat. Kalau obat dipesan, lalu dikirimkan ke fasyankes dan keluar dari gudang, maka distributor akan melakukan input pengiriman atau penjualan obat.

Fasyankes bakal melakukan input penerimaan obat kalau sdah diterima oleh pihak dari fasyankes. Saat ada pasien yang membutuhkan obat, maka obat bakal dijual kepada pasien, fasyankes kemudian bakal melakukan update stok obat.

Layanan Ketahanan Kesehatan

Untuk bisa mewujudkan ketahanan kesehatan yang holistik dan responsif, berikut ini adalah beberapa solusi yang dapat ditempuh:

1. Melakukan agregasi dan utilisasi seluruh data yang tersedia, mulai dari demografi, sosiografi, geografi, sosial media dengan pendekatan bottom up, lalu diolah dengan cara advance analytics supaya bisa mendapatkan pemetaan yang akurat mengenai risiko penyakit dari wilayan tertentu supaya instansi dan pemangku kepentingan bisa melakukan tindakan preventif yang efektif

2. Melakukan proses monitoring atas faktor-faktor risiko yang berpengaruh atas kejadian krisis kesehatan dengan membangun sistem kewaspadaan dini yang nyata dan mengintegrasikannya ke sebuah laporan kasus kedaruratan dengan open access data.

Supaya setiap aktivitas yang berisiko menjadi sebuah wabah yang bisa mendapatkan penanganan yang efektif.

3. Standardisasi format data untuk bisa mendapat robust data quality yang diintegrasikan secara end-to-end via Open Api. Suplai data didapatkan dari level fasyankes terbawah dan diagregasikan untuk bisa mendapat analisis data yang akurat di dalam menunjang pengambilan keputusan strategis.

4. Menyediakan sumber informasi serta promosi kesehatan yang terpercaya dan mudah untuk diakses lewat seamless apps experience.

Dalam menyelenggarakan ketahanan kesehatan, pemerintah lewat Kementerian Kesehatan sudah bekerjasama dengan sejumlah pihak hingga melibatkan lintas direktorat jenderal, kementerian dan lembaga yang bisa menanggung fungsi spesifitk.

Dibutuhkan one single platform yang bisa untuk meningkatkan integrasi dan efektivitas koordinasi. Platform ketahanan kesehatan bakal dibangun dengan sejumlah layanan utama yang menghasilkan microservice dan modul yang bakal difasilitasi dalam bentuk platform aggregator untuk mengagregasi data dari sejumlah data touch point (Fasyankes, laboratorium, farmalkes, diagnosis individu, data testing, tracing tracking dan treatment).

Adanya integrasi data memungkinkan untuk prediksi krisis kesehatan dan KLB bisa lebih awal diketahui sehingga para stakeholder terkait bisa lebih cepat dan akurat di dalam mempersiapkan anggaran, SDM dan logistik untuk kondisi krisis kesehatan ataupun kondisi kegawatdaruratan, serta bisa meminimalisir severity cost.

Di dalam layanan ketahanan kesehatan juga ada pemeriksaan hasil sertifikat vaksin dan hasil tes PCR atau SWAB. Pasien yang selanjutnya akan melakukan perjalanan jauh ke daerah tertentu harus mempersiapkan izin perjalanan terlebih dahulu.

Pasien wajib menyediakan data identitas untuk mendaftar vaksinasi dan akan mendapatkan penjadwalan. Sesuai dengan jadwal itu, pasien akan diberi vaksinasi yang dimulai dengan skrining kesehatan pasien dan diakhiri lewat pemantauan KIPI.

Kemudian, SDM Kesehatan akan melakukan input data vaksinasi pasien. Pasien bisa melihat hasil dan sertifikat vaksin untuk keperluan perjalanan platform customer PeduliLindungi.

Ketika pasien melakukan tes PCR atau SWAB Antigen, pihak fasilitas layanan kesehatan akan melakukan input dari hasil tes pasien dan nantinya data tersebut akan dicatat ke dalam satu database bersama dengan identitas pasien.

Untuk keperluan check-un perjalanan pasien bisa memperlihatkan sertifikat vaksin dan hasil tes PCR dengan hasil negatif yang sudah tersedia di dalam platform customer PeduliLindungi kepada petugas terkait. Mudah, bukan?

Bacaan Lainnya

Inilah 4 Dasar Utama Rekam Medis Elektronik
Teori
Inilah 4 Dasar Utama Rekam Medis Elektronik
Diterbitkan: 04 November 2022 02:21
Tantangan Rekam Medis Elektronik di Indonesia
Teori
Tantangan Rekam Medis Elektronik di Indonesia
Diterbitkan: 12 October 2022 11:14
Mengenal Aerosol dan Obat Kumur Klorheksidin Glukonat
Teori
Mengenal Aerosol dan Obat Kumur Klorheksidin Glukonat
Diterbitkan: 08 September 2022 16:11

Jadi tunggu apa lagi? Segera request akses Mejadokter.

  • Keamanan data sangat terjamin
  • Banyak fitur bermanfaat
  • Sangat mudah dioperasikan
mejadokter

Mejadokter adalah sebuah aplikasi klinik gratis untuk pencatatan history rekam medis pasien yang terintegrasi.