ARTIKEL

Kenapa sih Anak harus Periksa Gigi Rutin 6 Bulan Sekali?

­čĽÉ Baca 4 menit­čôů 03 October 2022 16:22

Anda pasti sering sekali mendengar anjuran mengenai waktu untuk melakukan perawatan rutin pada gigi selama 6 bulan sekali, ya kan? Untuk anak, biasanya akan mulai dilakukan pemeriksaan setelah tumbuh gigi pertama.

Setelah itu, anak dianjurkan untuk datang kembali melakukan pemeriksaan gigi selama 6 bulan satu kali agar bisa mengantisipasi hal-hal yang diperlukan terutama untuk kesehatan gigi.

Tetapi sayangnya karena masih banyak orangtua yang justru mengabaikannya dan menganggap remeh bahwa anak tidak perlu melakukan pemeriksaan rutin pada gigi selama 6 bulan sekali.

Hal ini pun pasti akan mengakibatkan banyak risiko-risiko mulai dari masalah pada gigi hingga penyakit yang mungkin akan diderita oleh anak pada kemudian hari.

Peran dari gigi sendiri diketahui sangat penting terutama di masa tumbuh kembang anak. Gigi bukan hanya sebagai alat untuk makan, pemanis senyum, melainkan gigi juga akan mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Dengan mempunyai gigi yang sehat, kita bisa menyimpulkan bahwa si anak punya pertumbuhan yang baik pula. Ini ditunjang juga lewat proses pencernaan dan konsumsi makanan yang bisa dikunyah dengan baik oleh gigi. Hasilnya, tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.

Mengenai perawatan yang bisa dilakukan di rumah adalah dengan rutin menggosok gigi pakai pasta agar kebersihannya tetap terjaga dengan baik.

Tetapi nyatanya gosok gigi secara rutin juga masih belum cukup. Anak masih membutuhkan perawatan berkala yang ditangani langsung oleh dokter gigi spesialis anak. Oleh karena itu penting sekali untuk melakukan check-up rutin ke klinik dokter gigi anak.

ALASAN KENAPA HARUS PERIKSA DOKTER GIGI ANAK 6 BULAN SEKALI

Menjawab pertanyaan tentang sebenarnya kenapa sih kok kita harus memeriksakan gigi anak ke dokter selama 6 bulan sekali, apa alasannya?

1. Pembiasaan

Tidak sedikit lho orangtua yang juga merasa cemas saat ingin membawa anaknya ke dokter gigi. Ada saja alasannya!

Padahal dengan membawa anak ke dokter gigi bisa membuat sebuah kebiasaan yang nantinya akan terbawa hingga dewasa.

Anak tentu saja akan merasa asing jika dibawa ke dokter gigi, apalagi kalau mereka yang sudah mengetahuinya, mungkin punya rasa takut untuk datang.

Tapi tenang saja karena jika Anda membawanya sejak kecil, mungkin sekali atau dua kali, anak akan merasa takut. Setelah beberapa kali, nantinya anak pasti akan terbiasa.

Apalagi kalau membawanya ke dokter gigi spesialis anak, pasti akan lebih senang karena tenaga kesehatan yang menangani memang khusus dan terspesialisasi kepada anak-anak.

Pelayanan yang diberikan oleh klinik/fasilitas kesehatan dokter gigi spesialis anak pasti akan mempunyai treatment sendiri untuk menangani pasien anak.

Dengan begini maka bisa dipastikan bahwa anak tidak akan merasa trauma saat diajak untuk pergi ke dokter gigi.

2. Lubang Gigi

Biasanya karena makanan dan minuman manis yang menjadi favorit anak-anak. Kalau mengonsumsi hal tersebut secara terus-menerus, namun tidak diimbangi dengan menjaga kesehatan gigi maka bisa dipastikan bahwa akan memicu terjadinya masalah pada gigi, yaitu salah satu giginya akan berlubang.

Gigi yang berlubang ini memang pada mulanya tidak terasa sakit, namun, kalau tidak diperhatikan maka bisa mengakibatkan lubang yang jauh lebih besar dan menimbulkan masalah-masalah pada gigi lainnya.

Kalau gigi berlubang ini dibiarkan juga terdapat sejumlah masalah pada gigi yang harus diwaspadai. Diantaranya adalah seperti sakit gigi atau gusi, gigi yang patau, gigi lepas, abses gigi, rusak calin gigi permanen.

Sebagai orangtua, tentu saja tidak ingin anak mengalami hal-hal tersebut di atas, bukan? Oleh karena itu, sangat penting untuk orangtua bisa membawa anak ke klinik atau fasilitas kesehatan dokter gigi spesialis anak secepat mungkin supaya kalau ditemukan lubang pada gigi, maka dokter bisa segera mengatasinya.

3. Pencegahan

Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa pergi ke klinik dokter gigi spesialis anak jangan menunggu saat ada rasa sakit terlebih dahulu.

Kalau si anak diajak pergi ke klinik dokter gigi saat sudah terasa sakit, pasti anak akan merasa lebih takut dan tentu saja anak pasti akan tersiksa karena rasa sakitnya.

Anak pasti akan berpikir bahwa giginya yang sakit akan diapa-apain oleh sang dokter dan ditakutkan sang anak bakal menjadi trauma untuk pergi ke dokter gigi.

Nantinya, anak tidak akan mau lagi untuk diajak pergi ke dokter gigi. Permasalahan ini sebenarnya dapat diatasi dengan cara tidak menunggu sakit, baru pergi ke dokter.

Tindak pencegahan harus dilakukan orangtua dengan cara melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter gigi. Selain itu, pencegahan ini juga bisa mengatasi permasalahan gigi sebelum ada penyakit yang lebih parah.

Kalau masalah pada gigi anak bisa dideteksi sejak dini, tentu saja penanganannya bisa lebih early dan membuat anak tidak mendapatkan risiko-risiko yang lebih membahayakan.

Seperti yang sudah mejadokter.com jelaskan sebelumnya bahwa untuk mengajak anak ke klinik dokter gigi sejak gigi pertamanya muncul. Setelah itu, ajak kembali untuk melakukan pemeriksaan rutin selama 6 bulan sekali.

Ketika melakukan pemeriksaan ini pun dokter gigi hanya akan memeriksa kesehatan gigi anak. Sehingga anak tidak akan merasakan sakit apapun. Ia pun akan merasa senang karena ternyata dokter gigi bukan sesuatu hal yang menyeramkan.

Nantinya sebagai orangtua juga mendapatkan penjelasan dari  dokter gigi mengenai bagaimana sih cara merawat gigi anak yang paling benar di rumah.

Dengan begitu, anak akan mempunyai memori kalau pergi ke klinik dokter gigi adalah sesuatu hal yang wajib dilakukan dan yang paling penting adalah itu tidak menakutkan!

4. Gigi Bersih

Rutin menyikat gigi di rumah setiap hari bukan jaminan kalau gigi anak sudah menjadi bersih lho. Apalagi kalau cara menggosok giginya kurang tepat, bisa saja akan ada banyak sisa makanan yang masih menempel pada gigi.

Kalau dibiarkan maka bisa menjadi plak dan lama-lama tentu saja akan berbahaya bagi kesehatan gigi anak. Plak ini yang juga nantinya akan menjadi rumah bagi bakteri dengan cara mengubah sisa makanan menjadi asam dan mengakibatkan gigi berlubang.

Kalau anak diajak secara rutin untuk melakukan kunjungan ke dokter gigi anak, maka nantinya dokter bakal memeriksa secara keseluruhan gigi anak. Dokter gigi spesialis anak bakal memberitahukan kepada orangtua bagian mana gigi anak yang masih kotor dan mungkin butuh perhatian ekstra.

Tak cuma itu saja, dokter gigi spesialis anak juga akan memberikan motivasi dan edukasi supaya anak bisa menyikat giginya secara rutin di rumah.

5. Edukasi

Pada prinsipnya, orangtua mengetahui kalau membersihkan gigi anak dengan menggosok gigi 2 kali dalam 1 hari. Tapi, dengan melakukan pemeriksaan rutin dan check-up ke klinik dokter gigi anak, nantinya dokter akan menjelaskan lebih detail tentang bagaimana cara merawat gigi yang benar dan efektif untuk membersihkan sisa makanan yang menempel pada gigi.

Tak cuma itu saja, orangtua juga bakal diberikan penjelasan mendetail tentang seberapa banyak dosis kalau anak menggunakan pasta gigi yang mengandung flouride.

Orangtua nantinya juga akan lebih memahami tentang perkembangan gigi anak yang normal. Dokter gigi juga dapat memberi informasi tentang ada sejumlah kebiasaan dari anak yang dapat merusak struktur gigi anak.

Kalau sekiranya anak mempunyai salah satu kebiasaan buruk tersebut, dokter gigi juga dapat memberi solusi atau tips untuk mengatasi kebiasaan buruk itu.

Baik, itulah tadi 5 alasan tentang kenapa orangtua punya kewajiban untuk mengajak anak pergi ke dokter gigi agar bisa menghindari banyak hal tidak bagus. Sekarang sudah tahu kan!?

Bacaan Lainnya

Kenapa Perawat banyak yang Nganggur? Apakah kurang Loker?
Tips
Kenapa Perawat banyak yang Nganggur? Apakah kurang Loker?
Diterbitkan: 11 November 2022 05:52
Kemampuan atau Skill yang Wajib Dimiliki Perawat
Tips
Kemampuan atau Skill yang Wajib Dimiliki Perawat
Diterbitkan: 04 November 2022 01:50
Cara Mencatat Rekam Medis SOAP yang Benar dan Efektif
Tips
Klinik
Cara Mencatat Rekam Medis SOAP yang Benar dan Efektif
Diterbitkan: 18 May 2022 03:00

Jadi tunggu apa lagi? Segera request akses Mejadokter.

  • Keamanan data sangat terjamin
  • Banyak fitur bermanfaat
  • Sangat mudah dioperasikan
mejadokter

Mejadokter adalah sebuah aplikasi klinik gratis untuk pencatatan history rekam medis pasien yang terintegrasi.