
Pasien udah daftar via MJKN, dapat nomor antrean, tapi datangnya telat. Nomor antrean dia 3, tapi pas sampai klinik udah jalan nomor 5. Gimana nih?
Situasi kayak gini pasti sering kejadian di klinik. Dan kalau gak ada SOP yang jelas, bisa bikin ribet — staff bingung, pasien lain protes, dokter pusing.
Nah artikel ini bahas gimana cara handle pasien MJKN yang terlambat. Ada beberapa kebijakan yang bisa faskes terapkan, tinggal pilih mana yang cocok sama kondisi klinik masing-masing.
Macem-macem alasannya. Macet di jalan, salah estimasi waktu, atau emang lupa cek jadwal. Yang jelas, ini bukan hal aneh — hampir semua klinik pernah ngalamin.
Masalahnya, antrean MJKN itu real-time. Kalau pasien nomor 3 belum datang, tapi nomor 4 dan 5 udah siap, masa mau disuruh nunggu? Gak fair juga buat yang datang tepat waktu.
Jadi perlu ada aturan main yang jelas.
Opsi Kebijakan untuk Pasien Terlambat
Ini beberapa kebijakan yang umum diterapkan faskes:
1. Dilewat, tapi tetap dilayani beberapa nomor kemudian
Ini yang paling umum. Misal pasien nomor 3 terlambat, pas datang udah nomor 5. Dia gak langsung dipanggil, tapi dimasukin ke antrean lagi — sekitar 2-3 nomor setelah dia datang.
Jadi kalau datang pas nomor 5 lagi jalan, dia bisa dapat giliran di nomor 7 atau 8. Ini konsekuensi yang wajar buat yang telat.
Di Mejadokter, staff tinggal update status kedatangan pasien, dan sistem otomatis adjust posisi antreannya.
2. Dilayani sesuai urutan kedatangan
Ada juga klinik yang lebih fleksibel. Pasien yang telat langsung dimasukin ke antrean sesuai urutan datang — bukan nomor MJKN aslinya.
Jadi kalau dia nomor 3 tapi datang paling terakhir, ya dilayani terakhir. Simpel, gak perlu hitung-hitungan.
3. Minta batalkan, daftar ulang
Nah ini untuk kasus yang lebih ekstrem. Misal pasien nomor 3 datangnya telat banget — udah beda sesi dokter. Dokter pagi udah selesai, dia baru datang pas sesi siang.
Kalau gini, sebaiknya minta pasien batalkan antrean MJKN-nya, terus daftar ulang. Bisa via MJKN lagi atau langsung daftar di Mejadokter sebagai pasien walk-in.
Staff tinggal arahin pasien, dan bantu proses pembatalan kalau perlu.
Poin penting: sampaikan kebijakan ini dengan baik. Pasien yang telat kadang udah bete duluan karena kena macet atau ada urusan mendadak. Kalau penjelasannya ketus, bisa makin panas.
Beberapa tips:
Jelasin dengan ramah kenapa dia gak bisa langsung dipanggil. "Pak/Bu, karena tadi nomor antreannya udah kelewat, kita masukin ke antrean berikutnya ya. Sekitar 2-3 nomor lagi."
Kasih estimasi waktu tunggu. Pasien lebih tenang kalau tau harus nunggu berapa lama.
Kalau harus batalkan dan daftar ulang, bantu prosesnya. Jangan cuma bilang "batalin aja" terus tinggal pergi.
Buat yang pakai Mejadokter, sistem udah support beberapa skenario ini:
Staff bisa flag pasien yang udah datang, jadi dokter tau mana yang ready dipanggil.
Filter antrean bisa diatur — cuma tampilkan pasien MJKN yang hadir aja.
Kalau perlu input pasien walk-in atau daftar ulang, tinggal tambah langsung dari dashboard tanpa harus ke aplikasi lain.
Jadi mau terapkan kebijakan yang mana pun, sistemnya flexible.
Pasien telat itu pasti kejadian. Yang penting ada SOP jelas supaya staff gak bingung dan pasien lain gak dirugikan.
Mau dilewat beberapa nomor, dilayani sesuai urutan datang, atau minta daftar ulang — semua valid. Tinggal pilih yang paling cocok sama kultur klinik masing-masing.
Dan pastikan komunikasinya baik. Pasien yang telat bukan musuh — mereka tetap pasien yang butuh dilayani, cuma perlu dikasih tau aturan mainnya.
Rekam medis elektronik untuk Fasyankes, terintegrasi satusehat, bridging BPJS PCARE dan antrean online mobile JKN, akreditasi paripurna dengan mejadokter